Kasus DBD di Pelalalawan Terus Bertambah, Puskesmas Diinstruksikan Waspada

Redaksi Redaksi
Kasus DBD di Pelalalawan Terus Bertambah, Puskesmas Diinstruksikan Waspada
ilustrasi
PELALAWAN, riaueditor.com - Data yang masuk ke Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, tercatat hingga hari ini, Selasa (16/2/2016) sebanyak 33 warga di Kabupaten Pelalawan terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Terbanyak korbannya ada di Kecamatan Pangkalan Kerinci dengan 20 kasus.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pelalawan, dr Endid R Pratiknyo  melalui Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyelamatan Lingkungan (P2PL) Khairul kepada riaueditor, Selasa (16/2/2016).

Menurutnya, pihak Diskes terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap para pasien korban DBD, baik di 13 puskesmas yang ada di 12 Kecamatan, RSUD Selasih dan Rumah Sakit Swasta yang ada di Pelalawan.

"Semua pasien yang terserang DBD sudah diatasi dengan perawatan dan pengobatan yang intensif. Pasien DBD tergolong masih bisa diatasi dan tidak tergolong parah. 33 kasus DBD terdapat di 4 Kecamatan yakni Kerumutan 2 kasus, Langgam 6 kasus, Bandar Seikijang 1 kasus, Pangkalan Kuras I 1 kasus, Pangkalan kuras II 3 kasus, Pangkalan Kerinci 20 kasus. Seluruh kasus DBD hingga saat ini berjumlah 33 kasus," ungkapnya.

Dilanjutkan Khairul, pihak Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan menginstruksikan kepada seluruh puskesmas dengan memberikan selebaran agar lebih meningkatkan kewaspadaan dini DBD. Adapun bunyinya:

1. Penyuluhan ke masyarakat tentang 3 M plus yakni menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

2. Mengaktifkan kader jumantik (juru pemantau jentik)

3. Melaksanakan gotong royong minimal sekali seminggu

4.Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

5. Melakukan penanganan penderita demam tinggi sebagai suspek DBD secepat mungkin.

Dilanjutkan Khairul, jumlah warga terserang DBD bisa bertambah disebabkan intensitas hujan semakin tinggi sehingga sangat rawan bagi warga untuk terkena gigitan nyamuk.
"Apalagi pola hidup sehat tidak dijalankan, genangan air menjadi tempat berkembang biak nyamuk," tuturnya.

Pihak Diskes Pelalawan, sambung Khairul, mengantisipasi agar kondisi rawan DBD saat ini tidak mencapai ditetapkannya Kondisi Luar Biasa (KLB) seperti tahun 2011 lalu akibat meninggalnya korban DBD di Kecamatan Langgam.

"Kita berharap masyarakat pro aktif untuk membawa keluarganya yang terserang penyakit seperti demam, panas tinggi, pilek lainnya ke puskesmas atau rumah sakit. Diskes juga sudah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk tetap siaga 1x24 jam," paparnya.

Ditambahkan Khairul, menyikapi banyaknya penderita kasus DBD ini, Bupati Pelalawan melalui Diskes melakukan fogging di Kecamatan yang direkomendasikan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi korban terjangkit Demam Berdarah Dengue yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aeides Aegepty.

Dikatakan Khairul, warga diminta kembali ke pola hidup sehat dan gotong royong. Terutama sekali gerakan 3 M plus yakni menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Sedangkan plus yakni antisipasi seperti menggunakan loution anti nyamuk, racun nyamuk atau menggunakan kelambu," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini