Jika Miliki 9 Tanda Ini, Anda Mungkin Menderita Diabetes

Redaksi Redaksi
Jika Miliki 9 Tanda Ini, Anda Mungkin Menderita Diabetes
Suntik insulin bagi penderita diabetes (tekegrapf)
DIABETES merupakan salah satu penyakit berbahaya yang sebenarnya dapat dihindari dengan menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat. Sebelum menderita diabetes, tentu ada gejala-gejala yang mulai muncul dan seharusnya bisa dijadikan sebagai 'rambu-rambu' agar seseorang lebih waspada.

Telegraph merangkum setidaknya ada sembilan tanda yang timbul sebelum seseorang terdiagnosa diabetes. Berikut ini ialah sembilan gejala yang timbul sebelum diabetes menyerang tubuh Anda.

Sangat Kehausan

Profesor Simon Heller dari Clinical Diabetes di Sheffield University mengatakan bahwa rasa haus yang teramat sangat merupakan pertanda gejala diabetes tipe 2 yang paling menonjol. Heller mengatakan rasa haus ini akan meningkat dalam waktu singkat sebagai reaksi dari banyaknya kandungan gula dalam darah. Kandungan gula dalam darah tinggi ini yang menstimulasi bagian otak yang menciptakan rasa haus.

Kelelahan

Meski tidak terlalu spesifik, rasa kelelahan merupakan salah satu gejala penting yang timbul pada penderita diabetes tipe dua. Banyak penyebab dari rasa kelelahan pada seseorang, seperti anemia dan depresi. Akan tetapi, pada penderita diabetes, kelelahan bisa jadi disebabkan oleh kurangnya kandungan gula dalam darah sehingga sel tubuh tidak memiliki cukup 'bahan bakar' untuk bekerja.

Pola Makan Buruk

Pola makan yang buruk dapat berujung kepada diabetes tipe 2. Kesalahan ini meliputi konsumsi makanan dan minuman yang bukan sumber kalori ideal. Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat menjadi salah satu pemicu timbulnya diabetes tipe 2. Profesor Clifford Bailey dari Clinical Science di Aston University juga mengatakan penggunaan jenis obat tertentu, seperti steroid, dapat mendorong terjadinya diabetes tipe 2.

Lingkar Pinggang Terus Membesar

Jika lingkar pinggang terus membesar sejak menginjak usia dewasa muda, maka hal tersebut dapat menjadi pertanda adanya diabetes tipe 2. Selain itu, kelebihan berat badan dan obesitas ketika berusia 21 tahun juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe2.

Gaya Hidup yang `Tak Bergerak`

Gaya hidup yang mendorong seseorang tidak banyak bergerak berpotensi besar menyebabkan diabetes tipe 2. Supir taksi, misalnya, menghabiskan lebih banyak waktu duduk di kursi pengemudi dibandingkan bergerak aktif setiap harinya. Oleh karena itu, para peneliti mendorong agar siapa pun yang memiliki gaya hidup yang jarang membutuhkan gerak aktif untuk melakukan tes diabetes.

Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil juga dapat menjadi tanda adanya diabetes tipe 2. Terlebih jika keinginan buang air kecil sampai membuat seseorang terbangun dari tidur di malam hari. Seringnya buang air besar pada penderita diabetes tipe 2 disebabkan oleh glukosa yang `tumpah` dari darah sehingga mengganggu kinerja ginjal untuk menghimpun urin.

Infeksi Kulit

Salah satu cara mudah untuk melihat gejala diabetes ialah dengan memperhatikan kemampuan tubuh dalam mengatasi infeksi kulit dan luka. Penderita diabetes akan memiliki kemampuan penyembuhan yang cenderung lebih lambat. Pasalnya, sel darah putih penderita diabetes tidak begitu efektif dalam melawan infeksi ketika kadar gula dalam darah tinggi.

Penglihatan Memburuk dan Kebalnya Jari

Ada beberapa gejala kecil yang juga timbul pada penderita diabetes, yaitu penglihatan yang memburuk. Penderita diabetes tipe 1 atau pun 2 akan merasakan masa dimana ia akan mengalami penglihatan yang kabur dan tidak fokus. Selain itu, mati rasa pada jari yang kadang-kadang terjadi juga perlu diwaspadai sebagai gejala diabetes.

Keturunan

Para ahli menilai pentingnya seseorang untuk melakukan tes diabetes tipe 2 jika ia memiliki anggota keluarga yang menderita diabetes. Pasalnya, beberapa etnis seperti orang Asia dan orang Karibia memiliki risiko empat kali lebih besar untuk menderita diabetes jika ia memiliki keturunan diabetes.

Jaga Diri Anda

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari ancaman diabetes. Salah satunya ialah dengan menjaga asupan makan agar tidak berlebihan. Selain itu, diperlukan pula aktivitas fisik yang aktif untuk menjaga berat badan tidak berlebih.

Ketika terdiagnosa menderita diabetes, dalam waktu beberapa tahun pankreas akan mulai `kelelahan` dan tak lagi bisa memroduksi insulin sesuai yang dibutuhkan. Kondisi ini mulanya dinilai sebagai kondisi yang tak bisa disembuhkan. Akan tetapi, penelitian terbaru menunjukkan bahwa penurunan berat badan dapat memperbaiki fungsi banyak organ.

Oleh karena itu, baik penderita atau pun non penderita diabetes, sangat dianjurkan untuk tetap bergerak aktif dan berolahraga. Selain itu, penderita dan non penderita pun sangat disarankan untuk menjaga pola hidup sehat serta berat badan yang ideal.(ROL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini