Hasil Test Pemeriksaan dan Tindakan Medis M Fathir Bocah Penderita Tumor Mata Diketahui 21 April Mendatang

Redaksi Redaksi
Hasil Test Pemeriksaan dan Tindakan Medis M Fathir Bocah Penderita Tumor Mata Diketahui 21 April Mendatang
zul/riaueditor.com
Bocah Penderita Tumor Mata Diketahui 21 April Mendatang
PELALAWAN, riaueditor.com - M Fathir (2) bocah penderita tumor mata asal Kabupaten Pelalawan, putra kedua dari pasangan Agus-Halima telah menjalani test pemeriksaan di RS Dr Cipto Mangkusomo Jakarta beberapa waktu lalu. Namun, hasil test sekaligus tindakan yang akan diambil baru diketahui pada 21 April 2016 mendatang. Hanya saja, dari hasil rembukan keluarga, M Fathir dibawa pulang dulu ke Pangkalan Kerinci.

"Memang disarankan kepada keluarga agar menunggu hingga hasil test dan tindakan medis seperti operasi atau lainnya kelar dilakukan. Namun keluarga ingin bawa pulang tentu tidak bisa kita cegah. Disamping biaya tindakan medis untuk operasi pengangkatan tumor yang ditanggung pemerintah melalui program Jamkesda, biaya lain, semisal penginapan, transportasi, biaya makan ditanggung untuk kurun waktu satu bulan kedepan, khusus untuk M Fathir dan satu orang pendamping dalam hal ini ibunya Halima," papar Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan dr Endid R Pratiknyo kepade riaueditor, Ahad (10/4/2016).

Kadiskes mengingatkan kepada pihak keluarga agar kembali membawa M Fathir ke Jakarta pada 21 April 2016 mendatang.

"Kalau 21 April belum sampai sebulan ini nanti hasil test keluar dan langsung diambil tindakan. Apakah akan dioperasi atau lainnya. Kita berharap itu saja, jangan sampai pada tanggal 21 April, M Fathir malah masih berada di Pangkalan Kerinci," ungkapnya.

Meski demikian, Dr Endid R Pratiknyo menyatakan untuk pelaksanaan operasi pengangkatan tumor mata ini belum ada kepastian. Operasi sendiri diserahkan kepada pihak medis, karena kondisi pasien, khusus fisik pasien juga diperhitungkan. Infonya pasien, jika dalam kondisi normal maka dua sampai tiga hari kedepan, Ia akan menjalani operasi.
"Pokoknya M Fathir akan menjani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum operasi," jelas Endid.

Lebih lanjut dr Endit menyebutkan M Fathir dan ibunya Halima selama di Jakarta menginap di rumah singgah yang berdekatan dengan rumah sakit, agar memudahkan menjalani pemeriksaan. "Itu rumah singgah yang sudah disewa Pemprov Riau selama 1 tahun. Jadi disitulah keluarga dan M Fathir Tinggal," tukasnya.

"Kita berharap dan turut mendoakan agar M Fathir dapat menjalani operasi secepatnya, sehingga kondisi matanya bisa bisa melihat dan normal kembali," tutup dr Endid.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini