Ilustrasi. Setiap bagian tubuh memberikan respons yang berbeda-beda saat Anda berada dalam kondisi stres. (Istockphoto/Tunatura)Stres juga berpengaruh terhadap suasana hati. Di satu sisi, stres bisa membuat seseorang malas dan enggan mengerjakan sesuatu. Tapi di sisi lain, stres juga bisa mengakibatkan semangat seseorang semakin terpompa.
4. Jerawat
Stres turut memengaruhi organ terbesar tubuh, yakni kulit. Tinjauan yang diterbitkan dalam Inflammation & Allergy Drug Targets mencatat, stres dapat memicu inflamasi seperti psoriasis, eksim, dan jerawat. Stres juga bisa membuat penyembuhan luka jadi membutuhkan waktu lama.
5. Detak jantung cepat
Jantung merespons stres dengan bekerja lebih keras akibat kenaikan tekanan darah.
Pada beberapa kasus, respons seperti ini bisa berujung pada masalah kardiovaskular. Kasus broken heart syndrome, misalnya, yang merupakan kondisi serangan jantung yang timbul akibat peristiwa menyedihkan.
Dalam jangka panjang, stres bisa lebih berbahaya buat jantung dan pembuluh darah. Kenaikan hormon stres bisa berakibat pada tekanan darah tinggi kronis dan berujung pada kekakuan arteri, gagal ginjal, dan gangguan fungsi seksual.
6. Imunitas dan pencernaan terganggu
Hormon kortisol yang makin meroket bisa berpengaruh pada sistem imun tubuh. Tubuh pun jadi lebih rentan terhadap penyakit.
Tak hanya itu, masalah juga timbul pada pencernaan. Produksi hormon berlebih bisa masuk ke usus dan merusak mikroflora alami usus. Akibatnya timbul diare, konstipasi, dan sakit perut.
7. Berat badan turun
Dalam beberapa kasus, stres bisa menekan nafsu makan. Stres juga secara tidak langsung membuat berat badan turun.
Namun, di luar itu, ada pula kondisi stres yang menyebabkan seseorang justru makan dalam porsi berlebih.
(CNNIndonesia.com)