Simak, Fakta-Fakta Seputar Varian Terbaru Covid-19 Lambda

Redaksi Redaksi
Simak, Fakta-Fakta Seputar Varian Terbaru Covid-19 Lambda
Foto: Infografis/ 4 Varian 'Ganas' Covid Bisa Hancurkan (Lagi) Ekonomi Dunia

JAKARTA - Sejak dunia mengalami pandemi Covid-19 lebih dari 18 bulan lalu, berbagai macam varian baru virus Corona bermunculan, mulai dari varian alfa, delta, kappa dan terbaru muncul varian bernama lambda.

Varian lambda muncul di tengah upaya pencegahan penyebaran virus varian sebelumnya, alfa dan delta. Varian baru lambda saat ini tengah dipantau oleh para ahli.

Mengutip CNBC International, berikut fakta-fakta soal varian lambda yang perlu Anda ketahui:

Seperti apa varian lambda?

Varian ini telah menyebar dengan cepat di Amerika Selatan, khususnya di Peru yang menjadi tempat pertama kalinya sampel virus didokumentasikan pada Agustus 2020.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaruh perhatian pada varian ini setelah adanya kasus pada 14 Juni 2021 yang dikaitkan dengan varian tersebut.

Melalui laporannya pada pertengahan Juni lalu, WHO menyebut varian lambda telah dikaitkan dengan tingkat substantif penularan di beberapa negara, dengan peningkatan prevalensi (keseluruhan kasus) dari waktu ke waktu bersamaan dengan peningkatan insiden Covid-19.

Varian ini menyebar di negara mana saja?

Berdasarkan laporan WHO pada 15 Juni, varian lambda telah terdeteksi di 29 negara, meskipun kehadirannya lebih kuat di Amerika Selatan. WHO mencatat pihak berwenang Peru melaporkan 81% kasus Covid-19 sejak April 2021 dikaitkan dengan varian lambda.

"Argentina melaporkan peningkatan prevalensi lambda sejak minggu ketiga Februari 2021, dan antara 2 April dan 19 Mei 2021, varian tersebut menyumbang 37% dari kasus Covid-19 yang diurutkan," seperti yang diumumkan WHO, dilansir dari CNBC International, Jumat (09/07/2021).

Sementara di Chili, prevalensi lambda telah meningkat dari waktu ke waktu, terhitung 32% dari kasus yang dilaporkan dalam 60 hari terakhir. Data Kesehatan Publik Inggris mencatat, pada 24 Juni varian ini telah menyebar di 26 negara, antara lain Chili, Argentina, Peru, Ekuador, Brasil dan Kolombia, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Spanyol, Israel, Prancis, Inggris, Zimbabwe, dan lainnya.

Apakah varian ini lebih berbahaya?

Saat ini WHO bersama dengan badan kesehatan publik lainnya tengah mendalami varian ini dibandingkan dengan varian lainnya.

Pada pertengahan Juni, WHO mengatakan varian lambda membawa sejumlah mutasi dengan dugaan implikasi bersifat fenotipe, seperti potensi peningkatan penularan atau kemungkinan peningkatan resistensi terhadap antibodi penetralisir.

Penting untuk dicatat bahwa varian lambda masih satu langkah di bawah dari varian yang saat ini menjadi perhatian yakni alfa atau delta.

Apakah vaksin yang ada ampuh melawan lambda?

Masih perlu dilakukan lebih banyak penelitian tentang efek varian lambda terhadap kemanjuran vaksin, khususnya untuk vaksin yang tersedia secara luas di Barat, seperti vaksin dari Pfizer-BioNTech, Moderna atau Oxford-AstraZeneca.

(sumber: CNBCIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini