Facebook Hadirkan Versi Baru Terkait Pornografi

Redaksi Redaksi
Facebook Hadirkan Versi Baru Terkait Pornografi
Foto: Telegraph
Ilustrasi Facebook
CALIFORNIA - Facebook merilis versi baru dari standar komunitas mereka yang mendefinisikan secara rinci apa yang dimaksud dengan konten menyinggung isu-isu seperti pornografi. Selain itu, raksasa jejaring sosial tersebut juga menaruh perhatian pada kasus bullying serta pernyataan kebencian di media sosial.

Sebagaimana dilansir PCworld, Senin (16/3/2015), langkah ini dilakukan menyusul Facebook setelah Twitter dan Reddit mengubah kebijakan atau aturan terkait konten berbau pornografi atau gambar bugil. Perusahaan juga mulai memperhatikan foto tanpa busana yang dicuri dan fenomena 'revenge porn' di situs jejaring sosial mereka.

"Hari ini kami menyediakan lebih banyak detail dan kejelasan tentang apa yang bisa dan tidak diperbolehkan," tutur Head of Global Policy Management Facebook, Monika Bickert dan Chris Sonderby, Deputy General Counsel Facebook. Mereka mengungkap gagasan baru perusahaan dalam posting-an blog.

Para eksekutif mengatakan, pedoman baru bertujuan memenuhi permintaan masyarakat untuk menetapkan kejelasan yang lebih besar. Namun, pedoman baru ini tidak akan mengubah kebijakan dan standar perusahaan.

Facebook, sebagai contoh, pihaknya akan menghapus foto orang yang menampilkan organ vital atau fokus pada bagian belakang dari tubuh secara sepenuhnya. Selain itu, Facebook juga akan menghilangkan gambar eksplisit yang memamerkan hubungan seksual.

Jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg itu membatasi tampilan pornografi karena beberapa komunitas global sensitif terhadap konten tersebut, berdasarkan latar belakang budaya maupun usia. Seperti diketahui, Facebook memiliki pengguna aktif bulanan 1,39 miliar hingga akhir Desember 2014.

Sekira 82 persen dari pengguna aktif harian Facebook berasal dari luar Amerika Serikat dan Kanada. Facebook juga menghilangkan konten yang ditargetkan untuk merendahkan atau mempermalukan seseorang.

(amr/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini