Virus Misterius Mirip SARS Buat China Geger, 2 Tewas

Redaksi Redaksi
Virus Misterius Mirip SARS Buat China Geger, 2 Tewas
Foto: Reuters

JAKARTA - Sebuah penyakit misterius kini menggegerkan China. Penyakit tersebut disinyalir masih satu fam dengan penyakit SARS (severe acute respiratory syndrome/ sindrom pernapasan akut berat) yang sebelumnya pernah menyerang China di 2002-2003 lalu.

Semua berawal Januari lalu. Saat itu sebuah pemberitaan soal penyakit mirip pneumonia, yang biasanya menyerang paru-paru, dan menyebar di wilayah Wuhan menjadi viral.

Setidaknya ada 59 laporan kasus, dengan tujuh penderita dalam kondisi serius. Dari penelitian sementara, para peneliti China mengatakan penyakit tersebut berasal dari coronavirus, virus yang sama dengan penyakit SARS.

Dari data terbaru China, setidaknya dua orang tewas. "Korban tewas terakhir berumur 69 tahun ... terjangkit sejak 31 Desember 2019 lalu," tulis AFP.

Sementara itu di Hong Kong, otoritas setempat mengatakan sudah ada 30 orang yang dirawat di RS setelah kembali dari Wuhan. Kebanyakan menunjukan gejala seperti sedang sakit flu.

"Kita akan tetap waspada mengingat epidemik ini mungkin akan terus menjalar," kata pejabat Pusat Proteksi Kesehatan Hong Kong Wong Ka-hing.

Sejumlah negara sudah memberi peringatan pada warganya yang bepergian ke China. Amerika Serikat (AS) bahkan memberi peringatan pada warganya untuk menghindari binatang dan kontak dengan penderita.

"Waspada dan tetap melakukan sejumlah antisipasi," tulis Kedutaan Besar AS.

Hal senada juga dilakukan Taiwan. Bahkan Kementerian kesehatan setempat memberi nasehat khusus kepada warga yang akan bepergian ke Wuhan, untuk selalu menggunakan masker.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO) penyakit ini muncul di Wuhan di sebuah pasar khusus penjualan ikan dan binatang. Saat SARS menyerang China beberapa tahun silam, setidaknya 700 orang tewas di negara itu.

Thailand dan Jepang

WHO melaporkan penyakit ini sudah menjalar ke luar China. Pasalnya ditemukan kasus di dua negara yakni Thailand dan Jepang.

Lembaga itu mengatakan dua warga Thailand terjangkit virus ini setelah bepergian ke Wuhan. "Test laboratorium mengkonfirmasi bahwa coronavirus adalah penyebabnya," kata WHO.

Sementara di Jepang, seorang lelaki juga terjangkit. Meski tidak pergi ke pasar khusus hewan, pria itu dipercaya telah melakukan kontak dengan penderita saat berada di Wuhan.


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini