Ratusan Korban Pedofil AS Lapor ke FBI

Redaksi Redaksi
Ratusan Korban Pedofil AS Lapor ke FBI
Foto: AP
William Vahey
WASHINGTON - Skala pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru predator seks asal Amerika Serikat (AS) mulai terlihat. Saat ini penyelidik federal AS (FBI) mulai menerima ratusan laporan yang melibatkan ulah William Vahey.

Untuk korban di wilayah AS saja diperkirakan mencapai 60 siswa dari sekolah ternama di Southbank International  School, London, Inggris. Vahey selama ini memang diketahui belajar di sekolah-sekolah internasional yang berada di berbagai negara.

Guru sejarah dan geografi itu mengajar sejak 2009 lalu hingga 2013. Namun kasus Vahey tidak dapat dilanjutkan karena dirinya bunuh diri pada Maret lalu.

Alasan Vahey mengakhiri hidupnya diperkirakan karena kasusnya mulai terbongkar, ketika pembantu rumah tangganya mencuri sebuah flash disk yang berisi sekira 90 foto siswa berusia 12 sampai 14 tahun. Seluruh siswa laki-laki difoto dalam keadaan telanjang.

FBI saat ini tengah memimpin penyelidikan internasional atas kejahatan yang dilakukan oleh Vahey. Melalui bantuan dari Kepolisian Metroplitan London, mereka mengontak ratusan korban dari seluruh dunia yang ingin memberikan kesaksiannya.

"Kebanyakan korban diyakini tidak menyadari bahwa mereka telah dilecehkan," pernyataan pihak FBI, seperti dikutip Associated Press, Kamis (15/5/2014).

Modus operandi yang dilakukan oleh pria berusia 64 tahun dianggap cukup halus. Dia memberikan anak-anak kue yang sudah disisipi oleh obat tidur dan melakukan tindakan biadabnya ketika bocah-bocah itu tengah tertidur.

Pada 22 April 2014 lalu, Kepolisian Metropolitan menggeledah rumah Vahey di London Utara. Mereka menemukan sebuah laptop dan 11 stik memori.

Kepala Sekolah Southbank Sir Chris Woodhead mengaku muak melihat temuan banyaknya foto bocah laki-laki yang berada di dalam komputer Vahey. Sekolah yang berada di kawasan Westminter itu dihuni oleh 350 siswa dari 70 negara, orangtua dari korban mengaku tidak ingin mengetahui detail yang dialami oleh anak mereka.

Vahey diketahui mengajar di sekira 10 sekolah di empat benua, -termasuk Jakarta International School- yang biasa menerima anak-anak diplomat. Setelah penemuan foto-foto oleh American Nicaruan School Maret lalu, Direktur Sekolah Gloria Doll mengkonfrontasi Vahey.

Dalam pengakuannya, Vahey melakukan hal tersebut karena pada saat kecil dirinya juga mengalami pelecehan yang sama. Tetapi pada 21 Maret 2014, Vahey ditemukan tewas di sebuah hotel di Luverne, Minnesot dengan surat permintaan kepada korban ditemukan oleh polisi. (faj)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini