Pastor Korsel Dituding Lakukan Perkosaan di Sudan Selatan

Redaksi Redaksi
Pastor Korsel Dituding Lakukan Perkosaan di Sudan Selatan
Ilustrasi Perkosaan (Foto: Pixabay)

Tokoh agama Katolik terkenal di Korea Selatan, Kim Hee-joong, menyampaikan permohonan maaf terbuka di muka publik. Tindakan itu dilakukan setelah seorang pastor asal Korsel dituding melakukan percobaan perkosaan terhadap seorang wanita di Sudan Selatan.

Permohonan maaf disampaikan di tengah gerakan global #MeToo yang ditujukan memprotes pelecehan seksual di tempat kerja atau publik.

"Konferensi Pastor Katolik Korea Selatan menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarganya yang kecewa dengan pelecehan seksual yang dilakukan pemuka agama kami," kata Kim, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (28/2).

Tindakan yang sekali lagi mencoreng citra gereja Katolik Roma itu dilakukan seorang uskup dari Sewon yang namanya dirahasiakan. Perbuatan tercela tersebut terjadi saat pelaku bertugas di Sudan Selatan pada 2011 lalu.

Di negara itu, sang pastor mencoba memperkosa salah seorang jemaatnya. Kejadian tersebut membuat pelaku diberhentikan dari tugas pelayanannya. 

Hingga kini, pelaku tidak bisa ditemui atau dihubungi. Begitu pula dengan korban yang memilih menghilang usai melaporkan kasus tersebut mencuat.

Kasus ini mencuat setelah korban diwawancarai stasiun televisi nasional Korsel KBS. Dia berharap gereja bisa berubah ke arah lebih baik ke depannya. 

Selain itu, dia meminta masyarakat Korsel untuk menciptakan lingkungan yang kondusif agar korban perkosaan dapat melaporkan pengalaman buruk tersebut.

Kasus ini menambah panjang daftar skandal seksual yang melibatkan pastor. Kasus terakhir yang ramai diberitakan adalah penyelidikan pelecehan seksual dan perkosaan terhadap ribuan anak-anak oleh pastor di Australia.

(kumparan.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini