Mantan Dubes Singapura: Singapura Miliki Hati yang Besar

Redaksi Redaksi
Mantan Dubes Singapura: Singapura Miliki Hati yang Besar
Foto: Kok Ah Chong/The Straits Times
Ledakan Macdonald House pada 1965
SINGAPURA - Mantan Duta Besar Singapura untuk Indonesia Lee Khoon Choy imbau agar ketegangan antara Singapura dengan Indonesia terkait protes penamaan KRI Usman Harun, diselesaikan dengan gestur memahami budaya Indonesia.

Lee yang menjadi Dubes Singapura untuk Indonesia pada 1970, menggunakan pemahamannya mengenai budaya Jawa menjadi cara untuk memperbaiki hubungan kedua negara. Saat itu, Indonesia masih marah dengan Singapura yang menghukum mati dua prajurit Marinir Harun Said dan Usman Mohamed Ali.

Usman dan Harun adalah otak dari peledakan di Gedung MacDonald House di Orchard Road pada 1965 silam. Keduanya kemudian dihukum mati pada 1968 dan kini nama keduanya dijadikan nama KRI Usman Harun, sebagai tanda penghormatan TNI AL atas jasanya.

Langkah penamaan itu diprotes oleh pihak Singapura. Lee pun mendesak agar pemimpin dan diplomat Singapura saat ini untuk menggunakan langkah yang sama, guna meredakan ketegangan yang terjadi.

Lee merasa yakin bahwa insiden yang terjadi saat ini adalah ulah sekelompok orang yang tidak mengetahui sejarah atau merupakan kelompok ekstrimis. Lee pun menegaskan bahwa langkah mantan Perdana Menteri Lee Kuan Yew menaburkan bunga di makam Usman dan Harun -ketika mengunjungi Indonesia pada 1973- bukanlah bentuk permintaan maaf Singapura karena mengeksekusi keduanya.

"Tabur bunga itu diartikan oleh budaya Jawa bisa menenangkan yang sudah wafat. Itu adalah bentuk yang membuktikan bahwa Singapura menunjukkan hati yang besar. Hal ini berarti 'saya memaafkan kalian'. Tetapi hal tersebut bukan mengartikan bahwa kami menyetujui pengeboman MacDonald House," ujar Lee Khoon Choy, seperti dikutip The Straits Times, Minggu (16/2/2014).

Bagi Lee peristiwa pengeboman dengan penamaan kapal adalah yang berbeda. Menurutnya Singapura tidak bisa menerima teroris dijadikan pahlawan.

(faj/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini