China Sebut Sampel Virus Corona Awal Sudah Dihancurkan

Redaksi Redaksi
China Sebut Sampel Virus Corona Awal Sudah Dihancurkan
(JOHANNES EISELE / AFP)
Ilustrasi laboratorium P4 Institus Virologi Wuhan, China.

JAKARTA - China mengakui bahwa telah memerintahkan sejumlah laboratorium untuk menghancurkan sampel-sampel virus corona (Covid-19) yang didapat pada masa awal penyebaran wabah.

Mereka beralasan hal itu dilakukan untuk alasan keamanan hayati.

Seorang pejabat di departemen ilmu pengetahuan dan pendidikan Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), Liu Dengfeng, mengatakan bahwa sampel virus dihancurkan "demi mencegah risiko terhadap keamanan biologis laboratorium dan mencegah bencana sekunder yang disebabkan oleh patogen yang tidak dikenal."

Liu berkeras bahwa tindakan itu dilakukan bukan untuk menutupi atau menyembunyikan sampel virus dari dunia, tetapi dilakukan semata-mata untuk alasan keselamatan hayati.

"Pernyataan yang dibuat oleh beberapa pejabat AS diambil di luar konteks dan ditujukan untuk membingungkan banyak pihak," kata Liu dalam sebuah jumpa pers di Beijing pada Jumat pekan lalu seperti dilansir Business Insider.

Pernyataan itu diutarakan Liu tak lama setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, berulang kali menuturkan bahwa China menolak memberikan sampel virus corona yang terdapat pada pasien sekitar Desember lalu.

Liu mengatakan ketika pasien pneumonia pertama kali terdeteksi di Wuhan, lembaga profesional tingkat nasional bekerja untuk mengidentifikasi patogen yang menyebabkannya. Pneumonia merupakan salah satu gejala pasien Covid-19, sementara Wuhan merupakan tempat virus pertama kali terdeteksi.

"Berdasarkan penelitian yang komprehensif dan pendapat ahli, saat itu kami memutuskan untuk sementara waktu mengelola patogen yang menyebabkan pneumonia sebagai patogen jenis kelas II, sangat berpotensi menimbulkan penyakit (highly pathogenic) dan memberlakukan persyaratan keamanan hayati pada pengumpulan sampel, transportasi, dan kegiatan eksperimen, serta menghancurkan sampel," kata Liu.

Liu beralasan bahwa ini merupakan praktik yang lumrah di China dalam menangani sampel lab yang memiliki kategori mudah menular.

Ia mengatakan dalam Undang-Undang Kesehatan Masyarakat Tiongkok, laboratorium yang tidak memenuhi syarat harus memindahkan sebuah sampel highly pathogenic ke tempat lain yang memenuhi syarat untuk diamankan atau dihancurkan.

Namun, Liu tak menyebutkan bahwa sampel virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan yang selama ini diklaim pemerintahan Presiden Donald Trump. 

(CNNIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini