Polres Bengkalis Ungkap Provokator Kasus Penganiayaan Saat Gelar Rekonstruksi

Redaksi Redaksi
Polres Bengkalis Ungkap Provokator Kasus Penganiayaan Saat Gelar Rekonstruksi
Ist
Gelar rekostruksi di Mapolres Bengkalis terkait kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

BENGKALIS - Penyidik Polres Bengkalis menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan bersama-sama hingga mengakibatkan Farid, warga Rupat meninggal dunia pada 1 Oktober 2022 lalu.

Sebanyak 14 adegan diperagakan dalam rekonstruksi yang diperankan oleh para pelaku dan saksi. 14 adegan ini dimulai dari berkumpulnya warga di depan rumah Bhabinkamtibmas membahas keresahan warga yang sering dicuri getah karetnya.

Saksi adalah Herizal yang saat ini telah menjalani hukuman vonis 2 tahun oleh Pengadilan Negeri Bengkalis terkait kasus pencurian bersama korban Farid yang memboncengnya diketahui akan lewat menggunakan sepeda motor.

Saat lewat warga berusaha mengejar hingga di jembatan Mesim terjadilah pemukulan, pelemparan ke arah leher dan kepala yang mengakibatkan Herizal dan korban jatuh.

Rekonstruksi yang digelar di lokasi kejadian tersebut dipimpin Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Reza, dan dihadiri Kapolres AKBP Indra Wijatmika, Jaksa Penuntut Umum, penasehat hukum tersangka, dan penasehat hukum ukum korban.

Dari rekonstruksi yang digelar, terunggkap fakta baru. Ternyata saksi Sam alias Gong saat di lokasi kejadian berkata "siapa yang bisa nangkap Herizal diberi hadiah Rp2 juta".

Dari rekonstruksi, tergambar peran aktif saksi Sam alias Gong, yang mana Sam mengayunkan kayu ke arah korban. Berdasarkan fakta baru tersebut, penyidik langsung melaksanakan pemeriksaan lanjutan terhadap Sam alias Gong.

"Setelah kita lakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Sam penyidik meningkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka. Penyidik juga telah melakukan penahanan terhadapnya,” ujar AKBP Indra Wijatmiko.

Sebelumnya, Satuan Reskrim Polres Bengkalis telah melakukan penagkapan dan penahanan terhadap tersangka Zal sejak 10 Oktober dan tersangka LSM empat hari kemudian.

Tersangka Zal berperan memukul korban menggunakan kayu dan tersangka LSM yang melempar korban hingga jatuh.

"Alhamdulillah, kasus ini bisa kita ungkap. Saya pastikan bahwa penyidik Polres Bengkalis bekerja secara profesional, tegak lurus dalam memproses secara hukum. Siapapun yang terlibat, kita tindak tegas," lanjut mantan Kapolres Pelalawan tersebut.

“Para tersangka kita jerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke 3 Jo 170 ayat (2) ke 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,"sambungnya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari exaumasi (autopsi) yang dilakukan tim forensik atas permintaan penyidik Satreskrim Polres Bengkalis, ditemukan tanda kekerasan akibat benda tumpul. Yang kemudian penyidik menetapkan dua tersangka.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini