Kejati Riau Tahan Mantan Bupati Kuansing Mursini

Redaksi Redaksi
Kejati Riau Tahan Mantan Bupati Kuansing Mursini
ade/

PEKANBARU - Setelah tiga kali dilakukan pemanggilan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau resmi menahan mantan Bupati Kuansing, Mursini, Kamis (5/8/2021) sore.

Dengan memakai rompi orange, ia digiring oleh jaksa ke mobil tahanan, saat di coba di wawancarai wartawan, Mursini irit bicara.

"Minta tanggapan sedikit pak," kata wartawan.

"Nanti ke penyidik aja lah ya, ya," jawab dia.

"Siap menghadapi ini ya pak, terkait kerugian negara gimana pak?," cecar wartawan lagi.

"Nanti sama penyidik ya," ucap Mursini, sembari terus berlalu dan masuk ke mobil tahanan.

Mursini diduga melanggar Pasal 2 ayat 1, jo Pasal 3, jo pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto mengatakan, tersangka akan ditahan untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I hingga 24 Agustus 2021 mendatang.

"Telah dilakukan penahanan terhadap tersangka M untuk 20 hari ke depan," ujarnya.

Lanjut Raharjo, terhadap tersangka sudah dilakukan pemanggilan sebanyak tiga kali, pertama tidak memenuhi panggilan, alasannya karena penasehat hukum sedang sakit terpapar covid-19.

"Setelah itu dilanjutkan panggilan kedua, ia juga tidak hadir," ungkapnya.

"Kemudian panggilan ketiga dilayangkan Senin kemarin. Hari ini, Kamis (5/8) Alhamdulillah yang bersangkutan memenuhi pangggilan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, penyidik langsung melakukan penahanan di Rutan Pekanbaru," ujar Raharjo.

Dalam pemeriksaan terhadap tersangka diterangkan Raharjo, penyidik tidak mengejar kepada pengakuan yang bersangkutan.

Alat bukti yang ada, terkait keterangan saksi, surat, dan ahli, dinilai sudah sangat mendukung sekali.

"Bahwa dari 3 alat bukti tadi, kami yakin bisa dibuktikan di persidangan yang akan datang," jelas Raharjo.

Mursini menyandang status sebagai tersangka, terkait dengan dugaan korupsi 6 kegiatan di Setdakab Kuansing, pada 6 kegiatan dengan total anggaran mencapai Rp13.300.600.000, yang bersumber dari APBD Kuansing Tahun Anggaran (TA) 2017.

Akibat perbuatan yang diduga dilakukan Mursini, negara dirugikan sebesar Rp5,8 miliar lebih atau Rp5.876.038.606. (*)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini