Kapolda Riau Intruksi Polresta Tuntaskan Kasus Penipuan Umrah

Redaksi Redaksi
Kapolda Riau Intruksi Polresta Tuntaskan Kasus Penipuan Umrah
Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan
PEKANBARU, Riaueditor.com- Sudah setengah tahun para korban penipuan umrah melapor di Polresta Pekanbaru belum mendapat tanggapan. Kapolda Riau perintahkan segera diusut tuntas.

"Saya minta jajaran Polresta Pekanbaru untuk mengusut kasus tersebut. Nanti masalah ini akan dipantau Direskrim Polda Riau," kata Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan kepada pers usai menggelar silahtuhrahmi bersama wartawan di RM Pondok Patin, Pekanbaru, Selasa (28/10/2014).

Menanggapi para korban penipuan umaroh akan melapor ulang ke Polda Riau, Brigjen Dolly menyebutkan hal itu tidak perlu dilakukan.

"Saya kira tidak perlulah kalau harus buat laporan ke Polda Riau. Di sini ada Kapolresta, jadi saya minta hal itu untuk segera ditindak lanjuti," kata Kapolda Riau saat memberikan penjelasan didampingi, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Robert Hariyanto.

Sebelumnya, Polresta Pekanbaru telah menyebutkan bahwa pemilik travel umrah telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun tim belum bisa menangkap karena terkendala dana.

Menanggapi hal itu, Kapolda Riau Brigjen Dolly mengatakan, tidak benar bila pihaknya tidak memiliki dana untuk menangkap pelaku penipuan umrah.

"Kita punya dana kok. Saya kira tidak seperti itulah. Kasus ini akan tetap ditindaklanjuti," tegas Brigjen Dolly.

Sebagaimana diketahui, beberapa warga di Pekanbaru telah menjadi korban penipuan travel umroh inisial PT S. Puluhan juta uang masyarakat telah disetorkan namun tak juga diberangkatkan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perjalan Wisata Indonesia (ASITA) Riau, H Ibnu Mashud mengatakan, sudah banyak masyarakat Riau yang dirugikan dalam kasus penipuan calon jemaah umrah dan haji.

"Sayangnya walaupun korban sudah membuat pengaduan resmi ke polisi, tidak satupun yang diproses sampai tuntas. Bahkan oknum yang melakukan penipuan masih bebas berkeliaran," kata Ibnu.

ASITA berharap, MoU antara Kemenag dan Bareskrim Mabes Polri pada Maret 2013, segera ditindaklanjuti. Isi kesepakatan itu antara lain, melakukan pencegahan terhadap travel-travel liar yang menyelenggarakan umrah dan haji.

"Ini perlu dievaluasi antara jajaran Polri dan Kemeneg RI mengingat bulan depan sudah mulai musim umrah. Menteri Agama yang baru ini juga harus serius menindaklanjuti MoU tersebut. Sebab, sudah banyak warga di Riau yang menjadi korban penipuan, tapi tak satu terungkap," kata Ibnu.

"Di Pekanbaru ini banyak travel liar atau abal-abal yang menjanjikan harga murah agar masyarakat tertarik dan membayar. Setelah itu travel ini lari. Dan kaki tangannya semestinya juga harus ditangkap," kata Ibnu.(dm)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini