FPI Gerah Tempat Maksiat Masih Beroperasi Dekat Mapolres Pelalawan

Redaksi Redaksi
FPI Gerah Tempat Maksiat Masih Beroperasi Dekat Mapolres Pelalawan
zul/riaueditor.com
FPI Gerah Tempat Maksiat Masih Beroperasi Dekat Mapolres Pelalawan
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Pengurus Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Pelalawan kecewa dan gerah. Pasalnya sejumlah tempat yang dilabel sebagai tempat maksiat masih beroperasi di bulan suci Ramadhan. Padahal, Bupati Pelalawan telah melarang segala bentuk maksiat termasuk rumah makan, minuman, restoran serta kedai ditutup untuk menghormati ummat Islam yang sedang melaksanakan ibadah.
   
"Dari investigasi kami ternyata masih ada sejumlah cafe remang plus wanitanya tetap beroperasi. Bahkan siang hari, terutama di Jalan Lintas Timur setelah markas Polres Pelalawan hingga menjelang jembatan," terang Ketua Dewan Tanfizhi FPI Pelalawan Ir H Syaugi Shahab didampingi Sekjen Irwansyah, Ahad (21/6).
   
"Mereka tetap buka dengan dalih cari ongkos untuk pulang kampung," sebut Irwansyah yang mengaku cukup gerah melihat aktivitas warung yang masih buka pelayanan para wanitanya.
   
Memang diakuinya, beberapa titik lainnya, seperti Jalan Lingkar Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur sudah tutup, baik siang apalagi malam hari. "Paling ada satu sajalah yang buka. Dan itu tetap kami peringatkan untuk tutup total," imbuhnya.
   
Selain cafe di Jalan Lintas Timur yang sangat kontras pemandangannya karena sebagai pintu gerbang memasuki ibu kota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci dengan menyediakan berbagai minuman serta wanita muda, masih ada juga pengusaha karoeke di bilangan kompleks Ramayana yang masih buka.
   
Selain itu, sejumlah rumah makan juga ditemukan tetap buka, meski semi transparan di Jalan Arbes dan Jalan Lintas Timur depan RS Amelia Medika. Ditambahkan warung sarapan, seperti di BTN juga ditemukan tetap pagi hari serta lokasi minum tuak.
 
"Intinya FPI mendesak aparat terkait melakukan razia dan menutup tempat-tempat yang dapat menyinggung perasaan ummat tersebut. Kalau tetap dibiarkan, bisa saja akan ada aksi dari masyarakat yang menolak maksiat di bumi Melayu Pelalawan ini,''tandasnya sambil menambahkan terkait kondisi ini, FPI juga langsung telah menyampaikan ke Polres Pelalawan.

"Kami sampaikan fakta ini langsung ke Kasat Intel Polres. Harapan kami tetap segera ditindaklanjuti. Kan, Pak Bupati juga sudah tegaskan, hormati ummat Islam yang berpuasa dan jangan melakukan tindakan atau aktivitas yang dapat menyinggung perasaan ummat," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini