Daya Hilang Capai 17,7 Persen di PLN Ranting Bangkinang

Redaksi Redaksi
Daya Hilang Capai 17,7 Persen di PLN Ranting Bangkinang
Ahmad Kepala PLN Ranting Bangkinang

KAMPAR, riaueditor.com – PLN merilis bahwa telah terjadi kehilangan daya di Rayon Bangkinang hingga mencapai 17,7 persen sejak pertengahan 2012 lalu.

Persentase losis 17,7 persen termasuk sangat banyak. Dimana secara teknis, besar losis dalam sistem teknis antara 6 sampai 7 persen. "Faktor utama losis adalah pemakaian listrik secara ilegal," ujar Ahmat.

Ia menyebutkan, pemakaian listrik secara ilegal yang bersifat non-teknis terbagi menjadi empat jenis. Pertama disebut dengan P1. Yakni, mempengaruhi pembatas. Misalnya merubah Miniatur Circuit Breaker (MCB). Kedua P2 yakni dengan merusak alat ukur atau meteran. Sedangkan ketiga adalah gabungan P1 dan P2.

"Paling parah yang keempat atau P4. Non pelanggan menyambungkan kabel langsung ke jaringan," jelas Ahmat.

Selain itu, ada juga losis yang disebabkan oleh faktor teknis. Oleh karena itu pihaknya sedang gencar melakukan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) yang tujuannya untuk menurunkan losis.

Dalam upaya menurunkan losis, PLN Ranting Bangkinang membentuk tiga tim. Tiap tim dibantu oleh seorang personil Polres Kampar. Dilibatkannya personil kepolisian karena pemakaian illegal mengandung unsur pidana.

Sejak diupayakannya P2TL, kata Ahmat, losis bisa ditekan sampai 13,5 persen hingga kini. Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Kampar AKBP. Ery Apriyono yang memberi dukungan.

"Artinya, upaya ini telah menyelamatkan uang negara Rp. 305 juta lebih dari 230.178 KWH," ujarnya.

Ditargetkan bisa turun 1 persen lagi hingga akhir Desember 2013 nanti. Walau angka standarnya 10 persen. Dengan demikian, PLN Ranting Bangkinang yang berada pada peringkat 9 dari 10 ranting di Riau bisa ditingkatkan.(ra/bi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini