Wartawan India Gambarkan Makkah sebagai Surga Nyata di Bumi

Redaksi Redaksi
Wartawan India Gambarkan Makkah sebagai Surga Nyata di Bumi
Masjid Quba
JEDDAH -- Seorang wartawan India yang berkunjung ke Tanah Suci menggambarkan Makkah sebagai surga nyata di bumi. Masoom Moradabadi, editor bahasa Urdu yang terkenal dan dihormati di India, baru-baru ini melakukan perjalanan umrah bersama dengan istri dan 300 jamaah lain dari kebangsaan yang berbeda.

Perjalanan 10 hari mereka diselenggarakan Kementerian Urusan Islam, Wakaf, Panggilan dan Bimbingan, dengan undangan yang dikeluarkan Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman.

"Ini adalah panggilan Ilahi. Saya berada di Srinagar (Kashmir), yang mana, Moghul Kaisar Babar telah digambarkan sebagai surga di bumi. Tapi, panggilan yang saya terima dari Kedutaan Saudi di Delhi, adalah undangan untuk mengunjungi surga nyata di bumi, Kabah suci di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah," katanya, dilansir Arabnews, Rabu (17/6).

Pengalaman Indah Shalat Subuh di Masjid Nabawi

Dia sebelumnya telah mengunjungi Makkah, namun, kedatangannya kali ini dianggap lebih menarik. "Saya berada di sebuah delegasi yang termasuk ulama Islam dari negara lain, termasuk Pakistan, Nepal, Afghanistan, Sri Lanka dan Bangladesh," jelasnya.

Masoom Moradabadi mengatakan kalau shalat Subuh di Masjid Nabawi adalah pengalaman yang indah. "Karena kita adalah bagian dari delegasi resmi, kami memiliki kesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat bersejarah, yang menunjukkan bahwa pemerintah Saudi telah mengurus dan melestarikan tempat-tempat ini sebagai bagian dari warisan budaya mereka."

Dia mengaku terkejut upaya Raja Fahd Alquran Printing Complex, untuk menerjemahkan kitab suci ke dalam 63 bahasa, yang bertujuan untuk menyebarkan pesan Islam ke seluruh dunia. "Kunjungan ke Masjid Quba, museum yang berdekatan dengan sejarah Madinah dan makam para syuhada Uhud adalah hiburan rohani," ujarnya.

Terkesan dengan Kiswah Bermotif Ayat Alquran

Masoom Moradabadi juga terkesan dengan kerja terampil yang dilakukan untuk mempersiapkan Kiswah, penutup Kabah, dengan motif ayat-ayat Alquran dari benang emas.

Kelompok tersebut juga diajak untuk melihat konstruksi di Masjidil Haram.  "Secara pribadi diawasi oleh Raja Salman, proyek akan selesai pada tahun 2020, dan akan mengakomodasi hampir lima juta jamaah selama musim haji. Karya ini telah dilakukan mengingat meningkatnya jumlah jamaah umrah dan haji," ungkapnya.

"Hal ini tidak sekadar ekspansi fisik dari Masjidil Haram, tetapi memiliki penekanan yang sama pada fasilitas memperluas untuk peziarah, dan untuk memastikan aliran tertib pengunjung, yang berduyun-duyun ke tempat suci setiap saat siang dan malam," imbuh Masoom Moradabadi.

Kunjungan itu memberikan delegasi kesempatan untuk bertemu imam dari dua masjid suci Khaled Al-Ghamdi dan Ali Al-Huzaifi. Ia menyebut kalau keduanya menekankan pentingnya menyebarkan pesan Islam yang sebenarnya. "Sebagai agama damai, ketenangan dan persaudaraan universal," tegasnya.

Masoom Moradabadi menambahkan jika para imam menyadarkan mereka yang mencoba untuk memfitnah agama, dan menyoroti keprihatinan mereka atas perbedaan yang tumbuh diantara kelompok agama di beberapa negara. "Mereka menyatakan kesedihan mereka atas konspirasi untuk memfitnah Arab Saudi." (ROL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini