Bullying di Sekolah Picu Gangguan Psikis

Redaksi Redaksi
Bullying di Sekolah Picu Gangguan Psikis
ilustrasi okezone
JAKARTA - Tindakan bullying dapat menyebabkan rasa trauma. Kondisi tersebut tentu menimbulkan efek negatif pada keadaan kejiwaan korban bullying.

Pelajar yang menjadi korban bullying di sekolah dapat mengalami ketakutan dan gangguan psikologi. Pasalnya, sekolah merupakan tempat mereka bersosialisasi, sehingga tindakan bullying akan mengacaukan masa-masa tersebut.

Dikutip dari Buku Panduan Melawan Bullying oleh Komunitas anti-bullying Sudah Dong, pada jurnal Psychological Science disebutkan bahwa korban bullying mengalami kesulitan dalam menjaga persahabatan jangka panjang dan hubungan baik dengan orangtua mereka. Sedangkan penelitian Melissa Holt dari Boston University menyatakan, korban bullying dapat melakukan kekerasan pada diri sendiri yang membahayakan hidupnya.

Di samping menimbulkan ketakutan, bullying juga mengakibatkan dendam dan budaya kekerasan. Hal ini terbukti dari budaya perpeloncoan yang turun-temurun di sekolah. Biasanya, kekerasan tersebut terjadi lantaran perasaan dendam dari senior ke junior yang sudah menjadi tradisi.

Bahaya selanjutnya, yakni bullying mengancam nyawa. Misalnya, beberapa kasus bullying berkedok masa orientasi siswa hingga pelantikan anggota pada ekstrakurikuler sudah memakan korban. Selain itu, terdapat juga kasus penganiayaan yang dilakukan senior atau teman seangkatan sehingga menyebabkan kematian.

Terkait bahaya bullying, setiap siswa diharapkan berani melapor jika menjadi sasaran. Di samping itu, untuk menghindari tindakan bullying, pihak sekolah dan orangtua harus aktif dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya.


(rfa/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini