Peternak Ayam Tolak Jagung Subsidi Jokowi, Ada Apa?

Redaksi Redaksi
Peternak Ayam Tolak Jagung Subsidi Jokowi, Ada Apa?
Foto: Presiden Joko Widodo terima Perhimpunan Insan Perunggasan dan Peternak Ayam Petelur, 15 September 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/ Lukas)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pertengahan September lalu mengundang kalangan peternak nasional ke Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, kalangan peternak mengeluhkan harga pakan jagung yang terus melambung tinggi. Mereka menjerit, karena mengalami kerugian dalam jumlah besar.

Saat itu, Kepala Negara langsung memerintahkan jajarannya untuk mengatasi hal tersebut. Jokowi ingin agar masalah harga pakan jagung bisa segera selesai,

Instruksi itu kemudian ditindaklanjuti. Kementerian Pertanian telah mengirimkan jagung subsidi seharga Rp 4.500 per kilo gram (kg) kepada Koperasi Peternak Ayam Blitar agar ketersediaan pakan ayam terjangkau.

Meski demikian, jagung tersebut memiliki kadar air 25-29%, sementara standar kadar air jagung layak untuk pakan ayam hanya 15%. Para peternak mengaku menerima jagung dengan kondisi basah.

"Dengan kondisi basah, peternak takut ambil," kata Ketua Pinsar Petelur Nasional Yudianto Yosgiarso, dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/10/2021).

Meski sebagian basah, namun hal ini adalah bagian dari membangun kemitraan dan kepercayaan antara gabungan kelompok tani dengan peternak.

Yudianto meminta komitmen pemerintah menyiapkan 30.000 ton jagung harus segera terealisasi. Saat ini, sambungnya, peternak masih kesulitan mencari pakan dari jagung, meski harganya Rp 5.300-Rp 5.700 per kg.

Sebagai informasi, Yudianto sendiri merupakan salah satu peternak yang hadir saat bertemu Jokowi beberapa waktu lalu.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN menugaskan Perum Bulog untuk memasok 30.000 ton jagung pakan kepada peternak rakyat dengan harga yang sesuai dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP) yaitu Rp4.500 per kg.


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini