Tuntutan KCUM 20% Kebun Plasma Eks HGU PT TPP Didukung Permentan

Redaksi Redaksi
Tuntutan KCUM 20% Kebun Plasma Eks HGU PT TPP Didukung Permentan
Masyarakat korban kekerasan Karyawan PT Tunggal Plantation Perkasa, beberapa waktu lalu.
RENGAT, riaueditor.com - Harapan masyarakat Pasir Penyu beserta masyarakat Kecamatan lainnya yang tergabung didalam Koperasi Usaha Citra Mandiri (KCUM) sepertinya mulai menampakan hasil yang positif, hal ini berdasarkan hasil rapat yang dilaksanakan oleh PAP DPD RI di Jakarta pada Rabu (29/1) kemarin.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD RI Prof Farouk Muhamad dan dihadiri oleh Anggota DPD RI asal Riau Gafar Usman, Dirjen Konflik Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI Drs HS Muhamad Ikhsan SH, MSi, MH, Anggota DPRD Inhu Arifudin Ahalik, Sekdakab. Inhu Drs H.R Erisman, Msi, Direktur PT. Tunggal Perkasa Plantations (TPP) A Edy Nugroho, Perwakilan Masyarakat Pasir Penyu yang juga Ketua LSM LP5SBI Kab. Inhu Banteng Yudha Pranoto, Kepala Desa (Kades) Jatirejo Kecamatan Pasir Penyu, Kusmin dan Tokoh Masyarakat Jatirejo, Jusmin.

Pengawas KCUM Hatta Munir ketika dihubungi melalui selulernya Kamis (29/1) membenarkan hal tersebut, berdasarkan sambungan langsung dengan perwakilan masyarakat yang hadir dalam rapat yang digelar oleh PAP DPD RI diputuskan bahwa tuntutan masyarakat terhadap lahan KKPA seluas 20% dari jumlah HGU (Hak Guna Usaha) yang dikuasai oleh PT. TPP akan terpenuhi.

"Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) RI nomor 26 Tahun 2007, dimana setiap perusahaan wajib mengeluarkan minimal 20% dari luas lahan yang dikuasainya sebagai lahan KKPA," katanya.

Selain itu dalam rapat tersebut juga akan dilanjutkan dengan Mediasi yang akan dilaksanakan oleh PAP DPD RI pada Pertengahan Februari Mendatang di Kantor Gubernur Riau Pekanbaru.

Untuk itu selaku Pengawas di KCUM dirinya berharap kepada seluruh masyarakat yang tergabung didalam Wadah KCUM maupun yang tidak untuk tidak terprovokasi terhadap hala-hal yang bersifat propaganda, karena hal ini hanya akan mengganggu dan mengotori perjuangan masyarakat yang sudah semakin menemui titik terang, katanya lagi.

Sebagaimana diketahui, kata Hatta selama ini banyak sekali pembusukan-pembusukan yang terjadi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, jika diistilahkan 'Kuda yang mendaki namun mereka yang sesak nafas,' ujarnya. (ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini