Tak Bayar Nego, P2TL Bongkar Meteran Listrik Hotel Meranti

Redaksi Redaksi
PKL. KERINCI, riaueditor.com- Tindakan semena-mena dibarengi dugaan pemerasan oleh oknum Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) Pangkalan Kerinci kepada pelanggan, dengan tuduhan merusak fungsi pencatat meteran kembali terjadi di Pangkalan Kerinci. Pelanggan diminta membayar ratusan juta rupiah, oleh pelanggan dinego puluhan juta dan minta di cicil asal ada pembayaran tidak di putus.

Karena pelanggan tidak menyanggupi jumlah yang diminta petugas P2TL, akhirnya meteran dicabut dan arus listrik diputus. Peristiwa ini dialami oleh A Razak MY, Manager Hotel Meranti Pangkalan Kerinci, ketika ditemui, Rabu (19/12).

Kami sangat terzalimi oleh oknum P2TL dan PLN karena kami dituduh merusak meteran listrik yang terpasang. Tuduhan P2TL itu secara tertulis berbunyi, “ditemukan, tutup terminal potelsial meteran tak ada,” terang Razak.

Padahal dari sejak terpasang meteran tidak pernah ada tutupnya sejak tahun 2004. Alasan ke dua P2TL, Ditemukan terminal potensial fasa S dan T bautnya di patahkan. Padahal kami tidak ada mengotak atik kotak dan meteran, selalu orang PLN yang memperbaikinya jika ada masalah,” ujar Razak dengan nada kesal atas perlakuan tim PLN.

Dikatakan Razak bahwa meteran tempat hotelnya itu sudah pernah terjadi korsleting dan terbakar. Namun pihak PLN tidak menggantinya hanya memperbaiki. Katanya sudah bagus dan kita lihat meteran tetap jalan. Pihak PLN juga yang membungkus terminal pakai isolasi.

“Kami tak ada otak-atik meteran semua dikerjakan pihak PLN kalau ada kerusakan. Karena dulu ada beberapa kali kejadian meteran konslet , pihak PLN memperbaiki, bukan mengganti, hanya membungkusnya dengan isolasi. Sekarang kami dituduh mengotak-atik meteran. Kami tak terima, karena antara pembayaran dan pemakaian normal-normal saja, pembayaran dan meteran jalan,” kata Rajak.

Sementara itu Kepala PLN Pangkalan Kerinci Said Mureazak membenarkan ada pemutusan listrik di Hotel Meranti. “Ya ada pemutusan dilakukan di Hotel Meranti. Karena pihak P2TL menemukan ada 2 pasa yang tak berfungsi dimeteran yang di duga dilakukan pelanggan. Karena pihak pelanggan diduga melakukan pelanggaran dan tak mau membayar tagihan susulan  akhir nya dilakukan pemutusan. P2TL temukan pelanggaran sehingga diputus,” jawab Said.(zul)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini