Potongan Besar, Kinerja Lamban, Anggota Kopni SL Kotagaro Kecewa Kepada Pengurus

Redaksi Redaksi
Potongan Besar, Kinerja Lamban, Anggota Kopni SL Kotagaro Kecewa Kepada Pengurus
(Foto: Ist.)
Kantor Koperasi Tani Sahabat Lestari Kotagaro.

KAMPAR, riaueditor.com - Anggota Koperasi Tani  Sahabat Lestari (Kopni SL) di Kotagaro, Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau mengaku kecewa terhadap kinerja pengurus koperasi yang dinilai lamban. Kinerjanya tak sesuai dengan potongan yang dilakukan pengurus terhadap hasil penjualan TBS yang dinilai berlebihan.

Salah seorang anggota Kopni SL, Rafizis kepada media ini, Senin (12/11/2018) menuturkan, kemarin dirinya hendak mengambil hasil penjualan TBS bulanan di Kotagaro. Namun sesampainya di kantor koperasi, dirinya tidak menemukan seorang pengurus pun di sana.

Setelah mencoba menghubungi salah seorang pengurus, Rafizis mendapat jawaban bahwa saat itu koperasi sedang dalam jam istirahat. Padahal waktu itu menurutnya jam istirahat sudah selesai.

Tak hanya sekali dua kali, namun setiap dirinya ke kantor koperasi, hampir selalu dalam keadaan kosong. Padahal honor pengurus yang dikeluarkan dari berbagai macam potongan penjualan TBS, menurutnya sudah sangat besar.

"Saya datang tadi pukul 13.00 WIB, atau setelah jam istirahat siang. Namun setelah menunggu lama, sekitar pukul 14.30, baru para pengurusnya tiba. Alasannya juga tidak masuk akal," papar Rafizis.

Adapun potongan yang menurutnya berlebihan yakni, Rp. 55.000 untuk potongan hibah bagi anggota PK kebun dan ops ketua kelompok, Rp. 35.251 untuk hibah perawatan kantor koperasi, bantuan sosial dan tambahan upah panen dan Rp. 25.000 untuk upah timbang.

"Sehingga, jumlah bersih yang diterima anggota hanya Rp. 634.000 saja dari yang seharusnya, yakni sekitar 760.000," terangnya.

Jika potongan itu dikalikan dengan jumlah anggota sebanyak 647 anggota, maka total semua Rp. 115.251 dan dikali 647 anggota, maka hasilnya Rp74.567.397. Jumlah inilah yang menurutnya sangat berlebihan.

Padahal, pihak perusahaan baoak angkat, yakni PT. Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL) jelas Rafizis sebelumnya juga telah melakukan pemotongan untuk operasional. "Jadi kita duga kuat ada dua kali pemotongan," ulasnya lagi.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Ketua Kopni SL, Sukri Tambusai, hingga detik ini belum memberikan keterangan. Sama halnya ketika FokusRiau.Com mengonfirmaskan kepada Habibi, pengawas koperasi juga belum memberikan tanggapan. (*)


Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini