Petani Sawit Mengeluh, Aspekpir tak Bisa Berbuat

Redaksi Redaksi
PEKANBARU(riaueditor)- Menyikapi anjloknya harga TBS sawit warga seperti yang dikeluhkan petani sawit, Sekretaris Aspekpir Riau Karya Muslimat mengakui, sangat prihatin atas kondisi tersebut. Karena berdampak besar kerugian petani sawit akibat ulah perusahaan-perusahaan PKS membeli TBS sawit tidak sesuai dengan kesepakatan.

"Tentu kita merasa prihatin, karena masih ada perusahaan PKS yang tidak taat atas kesepakatan harga TBS ini. Namun dalam hal ini, Aspekpir Riau tidak bisa berbuat banyak. Paling-paling melaporkan ke Disbun Riau, jika itu ada laporan diterima Aspekpir Riau. Sebab, Aspekpir tidak berwenang menindak," ungkapnya.

Namun sambungnya, Aspekpir Riau hanya bisa mengingatkan petani sawit, khusus yang tergabung dibawah mitra binaanya perusahaan perkebunan sawit untuk dapat mensiasati kondisi ini. Sebab jika tidak disiasati, tentu katanya, mengalami kerugian besar. Tapi bagaimanapun lanjutnya, perusahaan taati kesepakatan.

Karya mengatakan, yang dialami petani sawit di Inhu hampir sama halnya dengan petani menjadi mitra dari PTPN V. Petani sawit di wilayah PTPN V ini mengeluhkan hal yang sama disebab harga TBS petani dibawah ketetapan tim. Padahal, katanya PTPN V termasuk salah satu tim dalam menetapkan kesepakatan harga TBS sawit.

"Memang sudah ada ditetapkannya harga oleh tim yang difasilitasi Disbun Riau. Misal, priode 16 hingga 22 Januari 2013 ini ditetapkan harga TBS untuk usia 10 tahun keatas sebesar Rp1.363,20 perkilo. Tapi dilapangan, PTPN V beli TBS sesuai laporan petani ke Aspekpir, TBS petani dihargai Rp800 perkilo," katanya.(das)

 

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini