Pengusaha: Boro-Boro Beri THR, Bayar Gaji Saja Sulit!

Redaksi Redaksi
Pengusaha: Boro-Boro Beri THR, Bayar Gaji Saja Sulit!
Foto: Detikcom

JAKARTA - Kondisi setiap pengusaha berbeda-beda dalam kemampuan menahan hantaman pandemi COVID-19. Bagi yang sangat sulit, untuk membayar gaji reguler saja sudah sangat berat.

Wakil ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam menilai bila pembayaran tunjangan hari raya (THR) terhadap pegawai usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diwajibkan untuk dibayar sebesar 100% atau tanpa keringanan atau dicicil, maka akan berdampak pada kelumpuhan.

Pasalnya, sektor UMKM menjadi salah satu yang paling terdampak akibat masa pandemi COVID-19 ini. Berbeda dengan kondisi pada krisis ekonomi tahun 1998 silam, dimana UMKM yang menjadi penyelamat pertumbuhan ekonomi. Saat ini, justru sebaliknya.

"Cashflow mereka parah. Kalau dipaksa (THR 100%) juga mereka dia (mati). Itu yang harus kita pertimbangkan," kata Bob kepada CNBC Indonesia, Rabu (6/5).

Ia berharap, pelaku usaha pada sektor ini bisa lebih mengutamakan dialog dengan pekerjanya. Dengan tujuan tiap UMKM bisa memiliki napas lebih untuk bisa bertahan dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan, sambil berharap menunggu pandemi mereda.

"Jadi boro-boro ngomong THR. Ngomong gaji besok aja (sulit). Apalagi industri kecil, ya udah hand up (angkat tangan), jadi jangan bayangin semua gitu. Kalo industri besar nggak usah diomongin lah, mereka udah punya kekuatan sendiri. Yang harus kita pikirkan yang 97% pekerja di UMKM," sebutnya.

Berdasarkan data dari Kantor Kementerian Koperasi pada tahun 2018, UMKM mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 120.598.138 orang atau 97%. Sedang yang diserap usaha besar adalah 3.619.507 orang atau 3% saja.

Adapun di Indonesia ada sebanyak 64.199.606 unit usaha, terdiri dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) 64.194.057 unit dan Usaha Besar (UB) 5.550 unit.

(CNBCIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini