Jelang Pasar Bebas ASEAN, Produk IKM Dituntut Miliki Daya Saing

Redaksi Redaksi
Jelang Pasar Bebas ASEAN, Produk IKM Dituntut Miliki Daya Saing
dri/riaueditor.com
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Alfakhrurrazy membuka Bimbingan Teknis dan Pembinaan Proses Produksi serta Manajemen Kualitas bagi Pelaku Usaha IKM di Hotel Pantai Marina Bengkalis, Senin (9/6).
BENGKALIS, Riaueditor.com- Produk Industri Kecil Menengah (IKM) dituntut memiliki daya saing, baik dari sisi kualitas maupun kemasan. Apalagi akhir 2015 nanti akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN, dimana semua produk-produk negara di rantau ini bebas masuk.

Dalam rangka menyiapkan produk IKM yang memiliki daya saing tersebut, Dinas Perindusrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bengkalis menggelar Bimbingan Teknis dan Pembinaan  Proses Produksi serta Manajemen Kualitas bagi Pelaku Usaha IKM yang ada di Negeri Junjungan. Dari kegiatan ini diharapkan para pelaku IKM bis berkreasi dalam meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan.

"Pertumbuhan IKM tidak terlepas dari komitmen pemerintah dan dunia usaha. Perkembangan IKM yang secara sehat akan memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang baik," ujar Kepala Disperindag Bengkalis diwakili Sekretaris, Alfakhrurrazy ketika membuka Bimbingan Teknis dan Pembinaan Proses Produksi serta Manajemen Kualitas bagi Pelaku Usaha IKM di Hotel Pantai Marina, Senin (9/6).

Dipaparkan pria yang akrab disapa Razy ini, di Kabupaten Bengkalis terdapat 4.800 IKM yang menghasilkan berbagai produk, terutama makanan dan minuman. Persoalan yang dihadapi selama ini adalah masalah mutu, disain dan sertififikasi produk yang dihasilkan.

"Bimtek ini merupakan salah upaya untuk meningkat kualitas produk yang memiliki daya saing. Minuman dan makanan yang diproduksi harus sesuai standarisasi, seperti halal dan bahan baku yang baik dan berkualitas," ujar Razy.

Razy berpesan kepada pelaku IKM untuk selalu mempertahankan kualitas produk, seperti citra rasa harus standar jangan jangan dikurangi. Kemudian kemasan lebih ditingkatkan sehingga lebih menarik pembeli. "Jangan karena mengejar kuantitas, mutu atau kualitas diabaikan," katanya.

Ketua Panitia Pelaksana Bimtek, Andi Ista dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan Bimtek ini diikuti oleh 24 pelaku IKM yang berasal dari 8 kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis.

"Masing-masing kecamatan mengirimkan 3 pelaku IKM untuk mengikuti Bimtek ini," ujar Andi. (dri)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini