Harga BBM Tinggi, Picu Inflasi di Meranti

Redaksi Redaksi
Harga BBM Tinggi, Picu Inflasi di Meranti
anje/riaueditor.com
Bupati Kepulauan Meranti Drs. Irwan, M.Si saat menyerahkan cinderamata kepada Kepala Bank Indonseia Propinsi Riau disela-sela acara Sosialisasi Tentang Pengedalian Inflasi Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti di Ball Room Kopitiam Jl. Diponegoro Selatpanjan
SELATPANJANG, riaueditor.com – Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi menyebutkan bahwa tingginya harga BBM di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi salah satu pemicu tingginya inflasi. Kenaikan harga Premium akan menyebabkan inflasi dengan dampak lebih besar dan langsung ke segala sektor. Kenaikan itu akan memicu kenaikan tarif angkutan umum, barang dan jasa. Demikian disampaikan Bupati pada sosialisasi pengendalian inflasi daerah.
 
"Secara sepintas variebel penyebab utama terjadinya inflasi di Meranti adalah disektor distribusi barang. Sebagai daerah kepulauan, daerah kita kesulitan dalam hal pendistribusian barang dan jasa.  Penyebabnya adalah masalah BBM. Kita kesulitan pasokan BBM, alokasi BBM yang kita terima masih sangat kecil, sementara pertumbuhan dan perkembangan di Meranti sangat cepat sekali, sehingga terjadi inbalancing antara suplay dan demand di Kabupaten Kepulauan Meranti," sebut Bupati.
 
Bupati melanjutkan, harga BBM tidak pernah lebih murah dari 8 ribu per liternya, bahkan pada masa tertentu harga BBM bisa mencapai lebih dari 10 ribu. Dibeberapa wilayah pulau bahkan ada yang tidak ditemukan ketersediaan BBM.

"Terbatas dan mahalnya harga BBM ini sangat menghambat produktifitas dan menghambat sector transportasi. Dari sisi transportasi saja bisa menyumbang hampir 30% nilai jual harga pasar.  Hal seperti ini harus diselesaikan secara lintas sektoral. Inflasi di Kabupaten Kepulauan Meranti akan berdampak terhadap daerah lainnya, khususnya provinsi Riau," ungkapnya.
 
Berdasarkan data statistic pada tahun 2012 yang lalu angka inflasi mencapai lebih dari 15%, ini indikasi cukup mengkhawatirkan berdampak secara langsung terhadap peningkatan pembangunan masyarakat. Meskipun pertumbuhan ekonomi di meranti selama 2 tahun tahun berturut tumbuh di atas 8% tapi diterminasi oleh inflasi yang tinggi.
 
Selain itu, menurut Bupati hal lainnya pemicu inflasi adalah Meranti tidak memiliki sentra-sentra produksi bahan pokok, padi dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bahan pokok ini harus diimpor dari Sumatra, proses pengiriman dan transpostasi yang cukup lama menyebabkan harga lebih tinggi tentu menyebabkan inflasi yang signifikan.
 
Untuk itu Bupati berharap ada prioritas khusus untuk Meranti yang berada di daerah perbatasan agar bisa diperkenankan masuk bahan pokok dari Malaysia, karena jaraknya cukup dekat Harga bahan pokok lebih terkendali, murah, kesejahteraan masyarakat akan meningkat seiring pertumbuhan ekonomi didukung pula dengan menurunnya harga bahan pokok di kawasan ini.(je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini