Gerai Giant Bertumbangan, Ini Dia Akar Masalah Sebenarnya!

Redaksi Redaksi
Gerai Giant Bertumbangan, Ini Dia Akar Masalah Sebenarnya!
Foto: Ilustrasi Giant (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

JAKARTA - PT Hero Supermarket bakal menutup seluruh operasional Giant mulai Juli 2021. Akar masalah ini disinyalir karena perubahan pola belanja di masyarakat terutama pada segmen supermarket.

Direktur HERO Hardianus Wahyu Trikusumo, pengelola Giant, dalam keterbukaan informasi di BEI, mengatakan alasan perusahaan adalah sebagai respons cepat serta tepat dari perusahaan yang diperlukan untuk beradaptasi terhadap perubahan dinamika pasar, terlebih terkait beralihnya konsumen Indonesia dari format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir, sebuah fenomena yang juga terjadi di pasar global.

Kondisi tersebut bisa jadi sebuah indikasi bahwa masyarakat mulai meninggalkan pasar dengan format besar seperti supermarket keefektifan dalam berbelanja menjadi salah satu alasannya.

"Selama masa Covid-19 memang customer nggak ingin lama-lama berbelanja, big format di masa Covid-19 menurunnya sangat-sangat drastis," kata Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah kepada CNBC Indonesia, Kamis (27/5/21).

Perubahan kebiasaan berbelanja itu yang membuat tren belanja bulanan di supermarket menurun. Masyarakat ingin mencari kebutuhan pokok di tempat yang lebih mudah diakses, misalnya di sekitar rumah apalagi minimarket sudah menjamur dimana-mana.

"Tapi small format, simpel, cari, beli bayar itu sudah lebih berkembang, saya rasa ke depan memang akan jadi semacam tren bahwa orang maunya yang simpel-simpel saja, nggak mau gede-gede atau yang gampang parkirnya, nggak usah banyak ketemu orang sentuh-sentuhan dan sebagainya," kata Budihardjo.

Dalam kasus Giant, tanda-tanda ritel ini sudah goyang bahkan sudah terjadi sebelum pandemi Covid-19. Pada Juli 2019, Giant menutup 6 gerainya dengan alasan efek perubahan gaya berbelanja masyarakat. Hero sempat menutup Giant Margo, City Depok, Jawa Barat serta Giant Kalibata, Jakarta Selatan.

Hingga Maret 2021, gerai Giant hanya tersisa 75 gerai, untuk Giant Ekstra maupun Giant Ekspres. Sepanjang 2019 hingga Maret 2021 ada 25 gerai Giant yang ditutup.

(sumber: CNBCIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini