Disperindag Pekanbaru Janji Akan Cek Pangkalan Elpiji Nakal

Redaksi Redaksi
Disperindag Pekanbaru Janji Akan Cek Pangkalan Elpiji Nakal
Hendra Putra, Kabid PP Disperindag Kota Pekanbaru.

PEKANBARU, riaueditor.com - Agen penyalur gas 3 kg diminta memberikan surat teguran bahkan pemutusan hubungan usaha kepada pangkalan yang dinilai nakal. Pasalnya, sesuai kontrak gas bersubsidi tersebut ditujukan untuk masyarakat miskin.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (PP) kota Pekanbaru Ingot Hutasuhut melalui Kabid PP, Hendra Putra, menanggapi adanya salah satu pangkalan LPG di Kelurahan Tangkerang Selatan yang diduga mendistribusikan gas tabung melon tak sesuai aturan.

"Di dalam kontrak dengan agen sudah jelas bahwa pangkalan tidak boleh menjual gas bersubsidi diatas harga HET (Harga Eceran Tertinggi).  Kemudian pangkalan tidak boleh menjual gas elpiji kepada masyarakat yang tidak semestinya melainkan hanya untuk masyarakat miskin", ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/20).

Hendra menjelaskan, gas elpiji 3 kg adalah gas bersubsidi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat miskin. Oleh karena itu agen diminta memberikan teguran keras bahkan pemutusan hubungan usaha bilamana ada pangkalan yang bermain sebagaimana tertuang dalam kontrak.

Sementara menyikapi temuan wartawan di lapangan terhadap salah satu pangkalan yang diduga  mengangkut puluhan tabung gas menggunakan mobil pribadi ke wilayah lain pada Sabtu 31 Oktober 2020, Hendra berjanji akan menindaklanjuti.

"Dengan adanya masukan ini kami akan cek langsung nanti ke lapangan. Karena bagaimanapun kontrol kita, lebih kepada agen.

Karena untuk bisa menjadi suatu pangkalan ada kontraknya dengan agen", ujar birokrat yang sarat pengalaman tersebut.

Mantan pejabat asal Kabupaten Siak itupun mengucapkan terima kasih atas masukan rekan-rekan di lapangan sebagai input untuk mengawasi distribusi LPG, ucap Hendra.

Hal senada juga disampaikan oleh Plt Lurah Tangkerang Selatan, Yuriswan saat dikonfirmasi terpisah.

Ia mengaku pihaknya sejauh ini belum mengetahui adanya pangkalan gas 3 kg yang menjual tidak sesuai aturan.

Kendati demikian, Yuriswan berjanji akan mencari tahu pangkalan di wilayahnya tersebut sehingga kedepan pendistribusian gas bersubsidi itu betul-betul tepat sasaran.

Menariknya, ketua RT 03 RW 02 Tangkerang Selatan, Firman Nauvalla Fadly saat dimintai tanggapannya via selularnya terkait dugaan penyimpangan oleh pangkalan gas 3 kg di wilayahnya, justru terdengar emosi.

"Darimana kamu dapat informasi itu. Kalau mau tutup, ya sudah tutup saja", ucap ketua RT tersebut dengan nada tinggi. (fin)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini