Batu Bara Sudah Tak Pantas Jadi Bisnis Pemerintah

Redaksi Redaksi
Batu Bara Sudah Tak Pantas Jadi Bisnis Pemerintah
ilustrasi okezone
JAKARTA -- Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Hendrik Siregar mengatakan, selama ini pemerintah Indonesia masih menempatkan energi batu bara sebagai bisnis di dalam pemerintahan, bukannya sebagai sumber energi yang dapat meningkatkan produktivitas rakyat.

"Kita masih menempatkan energi batu bara dalam konteks hitung-hitungan makro, berapa pendapatan negara. Bukan bagaimana dijadikan sumber energi yang meningkatkan produktivitas rakyat," ujarnya dalam acara Diskusi Energi Kita di Cikini, Jakarta, Minggu (24/5/2015).

Menurut dia, hal tersebut merupakan suatu kerangka berpikir yang harus segera diubah oleh pemerintah. Pasalnya, juga terdapat beberapa proyek pembangunan yang memakai banyak energi.

"Paradigma ini harus diubah. Energi itu harus sumber produk rakyat. Proyek-proyek pembangunan itu akan memakai banyak energi," jelas Hendrik.

Dengan demikian, apabila paradigma tersebut tidak segera diubah, maka Indonesia akan terus dan selalu ketergantungan terhadap energi fosil.

"Persoalan itu kemudian kita lupa. Itu yang semestinya kita pikirkan. 2015-2019 suatu masalah itu ketergantungan terhadap energi fosil," tukasnya.

(rzy/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini