Cerita Pedih Pengungsi Rohingya, Mulai dari Perdagangan Manusia sampai Minum Urin untuk Hidup

Redaksi Redaksi
Cerita Pedih Pengungsi Rohingya, Mulai dari Perdagangan Manusia sampai Minum Urin untuk Hidup
(foto: iNews)
Pengungsi Rohingya

LHOKSEUMAWE - Puluhan pengungsi Rohingnya berhasil sampai di Lhokseumawe pekan kemarin. Selama menempuh perjalanan laut penuh risiko, para pengungsi Rohingya banyak mengalami kepedihan.

Warga Aceh Utara mengevakuasi 94 pengungsi Rohingya ke daratan Pantai Lancok, Kecamatan Syamtadira Bayu, Aceh Utara, Kamis (24/6/2020). Beberapa hari sebelumnya nelayan Aceh membantu mereka merapat ke Pantai Seneudon, Aceh Utara.

Saat dievakuasi jumlah etnis Rohingya yang terdampar terhitung berjumlah 94 orang, namun setelah diverifikasi data ulang, ternyata mereka berjumlah 99 orang.

Di antaranya 17 orang laki-laki dan 49 orang perempuan dewasa, serta 33 orang masih anak-anak dan balita. Saat ini mereka mengungsi di penampungan sementara yakni di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe di Peuntet, Kota Lhokseumawe.

Salah seorang pengungsi Rohingya bernama Rashid Ahmad (50) mengatakan kepada The Telegrap selama terkatung-katung di lautan kondisi mereka sangat memprihatinkan. Bahkan, diantara mereka ada yang meninggal dunia dan jenazahnya terpaksa dilarung ke laut.

Sementara Ziabur Rahman Bin Safirullah mengungkapkan mereka bertahan hidup dengan mengandalkan sedikit beras dan kacang-kacangan. Untuk minum mereka bergantung pada air hujan.

"Terkadang kami memeras pakaian basah dan meminum tetesan airnya," kata Ziabur Rahman.

Korima Bibi (20) mengaku terpaksa meminum air seni agar terhindar dari dehidrasi. Sebab mengonsumsi air laut akan membuat tubuhnya dilanda kehausan lebih sering.

"Kami tidak mendapatkan cukup makanan atau air, tetapi kami selamat," ujar Korima.

Dugaan adanya perdagangan manusia dalam kasus manusia perahu pengungsi Rohingya mencuat setelah salah seorang pengungsi menyebut mereka sempat dibawa oleh sekelompok orang dengan berpindah-pindah kapal.

"Awalnya ada makanan, tetapi ketika sudah selesai, mereka membawa kami ke kapal lain dan membiarkan kami terdampar sendiri," kata Rashid saat dimintai keterangan di Imigrasi Lhokseumawe.

(iNews.id)


Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini