Home  /   / Pemerintahan
Tak Gelar Open House, Bupati Siak Lakukan Video Call Sapa Keluarga Tercinta
Selasa, 26 Mei 2020 | 22:48:56
istimewa
Bupati Siak, Alfedri dan istri lakukan video call dengan keluarga untuk tetap bersilaturahmi di hari lebaran.
SIAK - Suasana lebaran 1441 hijriah tahun ini sangat berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Open house yang biasa digelar pemimpin daerah ditiadakan karena wabah Covid-19. Namun silaturahmi dengan keluarga tercinta tetap bisa dilakukan melalui video call seperti yang dilakukan Bupati Siak, Alfedri dan keluarga.

Dikatakan Alfedri, silaturrahmi dengan pihak keluarga yang jauh, dan kerabatnya memanfaatkan video call. Kegiatan virtual itu merupakan bentuk alternatif silaturrahmi demi menjalani protokol kesehatan untuk melawan Covid 19.

"Usai kami salat Ied di rumah, sekitar pukul 09.00 WIB, kami video conference bersama gubernur, Forkompinda provinsi dan kepala-kepala daerah. Kita harus sabar, kita jadikan momen ini pengalaman yang paling unik agar lebaran Idul Fitri 1442 H /2022 mendatang kita sudah bisa kembali normal," kata Bupati, Senin (25/5/2020).

Sebelum memasuki hari lebaran Idul Fitri 1441 H, Alfedri juga sudah berpesan untuk masyarakat Kabupaten Siak agar bersabar. Sebab, pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersala Besar (PSBB) di Siak tidak bisa dilonggarkan sampai pada 28 Mei 2020.

"Kita harus bersama-sama menyadari betapa pentingnya menjaga jarak meski pada suasana lebaran kali ini," kata dia.

Alfedri juga menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat, agar mematuhi himbauan dan larangan pemerintah terkait penanganan Covid-19 di kabupaten Siak.

"ini tidak hanya tangungjawab pemerintah, medis, Polisi dan TNI tetapi penanganan wabah ini, juga tangungjawab kita bersama. Dibutuhkan dukungan semua komponen termasuk masyarakat," katanya.

Bahkan, Bupati melaksanakan salat Ied hanya di dalam rumah dinasnya. Itu pun dengan menerapkan protokol keamanan Covid 19. Di semua pintu masuk tersedia alat pemeriksa suhu tubuh, hand sanitizer dan masker.

Semua anggota keluarga dan ajudan diwajibkan memakai masker setiap hari. Wartawan yang hendak meliput juga harus mengikuti prosedur yang ditetapkan. 

"Lebaran tahun ini memang memberikan pengalaman unik bagi kita semua. Saya dan keluarga melaksanakan salat ied di rumah saja, sejak malam takbiran saya mendengar kumandang takbir membuat perasaan terenyuh," kata Alfedri.

Sebab, biasanya Alfedri sangat sibuk sejak bulan puasa sampai lebaran kedua. Pada 10 hari terkahir puasa, biasanya dia selalau berada di dalam mesjid untuk itikaf, bahkan makan sahur juga di dalam mesjid.

"Pada malam takbiran biasanya kita pawai takbiran keliling Siak, sangat meriah. Tahun ini kita mesti di rumah saja," kata dia.

Menurut dia, data posotif pandemi Covid 19 di kabupaten Siak lebih sedikit bila dibandingkan daerah lain. Namun demikian, kabupaten Siak berada di tengahtengah kabupaten/kota zona merah yaitu Kampar, Pekanbaru, Pelalawan, Bengkalis dan Dumai. Kondisi inilah yang mengharuskan Kabupaten Siak ikut PSBB.

"Siak di tengah-tengah, berada di lintasan maka siapapun yang ingin datang dan pergi dari daerah sekeliling Kabupaten Siak ini mereka pasti melalui wilayah Kabupaten Siak, inilah kenapa Siak juga di PSBB, kita tidak mau dilakukan PSBB korban malah bertambah," terangnya. (adv)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Akhir Masa Jabatan 9 Kepala Daerah di Riau Berakhir Tahun 2021
Warga Batam Kaget KTP-nya Dicatut untuk Cawalkot Rian Ernest
Pasukan Garuda Gelar Latihan Batalyon Mobile Reserve di Blue Line
Masjid Istiqlal Berencana Gelar Sholat Idul Adha
Pelalawan Expo 2020 Dipastikan Tak Digelar

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter