Home  /   / Hukrim
KPK Sebut Uang Miliaran Rupiah Berserakan di Rumah Dinas Gubernur Kepri Nurdin Basirun
Rabu, 17 Juli 2019 | 08:55:38
(Doc. Net)
Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan duit senilai miliaran rupiah saat menggeledah Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Riau nonaktif, Nurdin Basirun.

KPK mengaku bahwa uang yang diamankan ditemukan dalam keadaan berserakan.

"Tas ini ada tas plastik, tas ransel, dan ada tas dalam bentuk yang lain yang isinya semua adalah uang dalam bentuk rupiah ataupun mata uang asing. Itu tidak kami temukan di satu tempat di kamar rumah dinas Gubernur, tapi kami temukan di beberapa tempat di kamar yang tidak disusun sedemikian rupa jadi agak berserakan uang di sana dalam beberapa tas tersebut. Itu yang kami kumpulkan dan kami sita," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (16/07/2019).

Uang-uang tersebut kata Febri diduga merupakan gratifikasi kepada Nurdin Basirun.

"Diduga merupakan gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan," ujarnya.

Febri kemudian menjelaskan soal status perusahaan yang bakal digunakan oleh salah satu tersangka di kasus ini, Abu Bakar. Perusahaan itu, menurut dia, belum terdaftar di Ditjen AHU (Administrasi Hukum Umum) dan sengaja disiapkan untuk keperluan proyek reklamasi yang kemudian berujung dugaan suap.

"Perusahaannya belum terdaftar di Ditjen AHU. Jadi sejak awal ini disiapkan untuk mengambil atau memplot lokasi tertentu yang diduga dalam proses itu ada suap," tuturnya.

KPK sebelumnya menetapkan empat orang sebagai tersangka. Diantaranya, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun; Kadis Kelautan dan Perikanan Kepri, Edy Sofyan
serta Budi Hartono yang menjabat Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Pemprov Kepri. Kemudian, Abu Bakar sebagai swasta.

Nurdin diduga menerima suap dari Abu Bakar. Jumlah suap yang diduga diterima Nurdin adalah sebesar SGD 5.000 dan 45 juta pada 30 Mei 2019 dan sebesar SGD 6.000 pada 10 Juli 2019. Bila dijumlahkan dalam pecahan rupiah, totalnya sekitar Rp 159 juta.

Sedangkan untuk dugaan gratifikasi, KPK menduganya dari temuan uang di rumah Nurdin. Uang dalam berbagai pecahan mata uang itu ditemukan KPK dalam tas yang totalnya lebih dari Rp 666 juta.

KPK juga menyita duit dan dokumen dalam 13 tas dan kardus dari rumah dinas Nurdin. Uang Rp itu senilai Rp 3,5 miliar serta mata uang asing, yakni USD 33.200 dan SGD 134.711.

"Dari 13 tas ransel, kardus, plastik, dan paper bag ditemukan uang Rp 3,5 miliar, USD 33.200 (Rp 465.731.260), dan SGD 134.711 (Rp 1.388.540.368,05)," ujar Febri kepada wartawan, Jumat (12/07/2019).

(jarrak.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan Eet Benarkan Dirinya Diperiksa KPK
KPK Dalami Aliran Dana Terkait Pemeriksaan Rizal Djalil
KPK Tahan Penerima Suap Kasus Restitusi Pajak PT WAE
Bahas Evaluasi APBD, Fraksi PDI P Pilih Keluar dari Pembahasan
Perppu KPK: Uji Nyali Jokowi Melepas Belenggu Partai Koalisi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad