Home  /   / Ekbis
Ironis, Batam Gagal Jadi Harapan Saingi Singapura & Malaysia
Selasa, 13 Agustus 2019 | 10:23:41
(REUTERS/Henning Gloystein)
Foto: Pemandangan galangan kapal di Batam
JAKARTA - Keberadaan Batam yang diharapkan menjadi kawasan ekonomi menandingi Singapura menuai rintangan. Sejumlah perusahaan di wilayah itu dikabarkan mengurangi produksi mereka.

Persoalan tersebut kemudian melebar hingga menyeret sektor tenaga kerja ke dalam ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK). Ekonomi yang melambat dan minimnya investasi baru dinilai memengaruhi kondisi di Batam saat ini.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memberi contoh salah satu perusahaan galangan kapal di Tanjunguncang yang telah kembali ke negara asalnya, Dubai, Uni Emirat Arab. 

"Di Batam, tadinya diharapkan Pelabuhan Batam Center, di Tanjunguncang, menjadi pelabuhan bebas seperti sekelas Singapura, kan nggak juga. Misalnya menaruh kontainer. Kapasitas loading kontainer kan terbatas Batam. Apalagi pindahnya galangan kapal di Tanjunguncang ke Dubai," kata Said Iqbal kepada CNBC Indonesia, Senin (12/8/2019). 

Menurut dia, Batam sebenarnya mampu menarik investor agar membangun pabrik di Tanah Air. Namun, kondisi saat ini, menurut Iqbal justru jalan di tempat. Ia membandingkan perbedaan tersebut dengan negara tetangga Vietnam dan Malaysia.

"Vietnam sektor manufakturnya tumbuh 5 persen. Di Malaysia, ada Johor. Seharusnya Batam bisa karena aksesnya ke Singapura lebih dekat," kata Said Iqbal.

Berdasarkan catatan BPS, pertumbuhan industri manufaktur di Kepulauan Riau, dalam tren melambat dalam setahun terakhir. Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) Provinsi Kepulauan Riau triwulan III-2018 sempat tumbuh positif 5,64% dibandingkan triwulan II-2018.

Namun, pada triwulan IV-2018 melambat menjadi 3,79 persen dibandingkan triwulan III-2018. Lalu pada triwulan I-2019 mengalami kontraksi perlambatan sampai 2,64% dibandingkan triwulan IV-2018. 

Titik nadir terjadi, pada triwulan II-2019, sektor ini hanya tumbuh positif sebesar 2,55% dibandingkan triwulan I-2019. Di provinsi Kepulauan Riau, kontribusi industri manufaktur mencapai 36,86% terhadap produk domestik bruto (PDB).

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Polda Riau Gagalkan Peredaran 88,72 kg Sabu, Ribuan Pil Ekstasi dan Happy Five
Koran Malaysia Berumur 80 Tahun Ini Tutup, 800 Karyawan PHK
Bappenas Ungkap Empat Kegagalan Kerja Jokowi Jilid I
Konflik Kepentingan Karhutla, Menteri Malaysia Didesak Mundur
Sempat Berputar-putar di Langit, Empat Pesawat Akhirnya Dialihkan karena Gagal Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad