Home  / Pemerintah Kabupaten Kampar  / Hukrim
Kasus Pengeroyokan, Polsek XIII Koto Kampar Sebut Sudah Turun ke TKP
Minggu, 11 Agustus 2019 | 12:38:10
ilustrasi
PEKANBARU, riaueditor.com - Polsek XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar terus menyelidiki kasus pengeroyokan yang diduga melibatkan sesama karyawan PT. Enam Utama Desa Siberuang Kec. Koto Kampar. Terbaru, terduga pelaku dijadwalkan menjalani pemeriksaan, Senin (12/08/19, red).

Demikian disampaikan Kapolsek XIII Koto Kampar Budi Rahmadi SH melalui Kanit Reskrim Bripka  M. Zikri kepada Yas Mendofa, keluarga korban Febrianto, Sabtu (10/08/19).

"Kemarin kami sudah turun ke TKP sekalian ngantar surat. Senin besok mereka (terduga pelaku, red) menghadap ke Polsek," ucap Bripka Zikri singkat menjawab pertanyaan keluarga korban, Yas Mendofa.

Seperti diketahui, korban pengeroyokan Febrianto (19), mengaku peristiwa itu terjadi di salah satu warung tuak Desa Siberuang 27 Juni lalu.

Usai menenggak tuak, Febrianto hendak pulang. Namun tanpa disangka, tiba-tiba dirinya dicegat oleh salah satu dari 4 pelaku yang ia kenal. Entah apa yang dibicarakan, tiba-tiba Febrianto langsung dikeroyok oleh SS, JH, HS, ES disaksikan sejumlah peminum tuak lainnya.

Alhasil, sekujur tubuh kecil Febrianto mengalami lebam membiru. Usai dirawat guna mendapat pertolongan, korban melapor ke Polsek Koto Kampar 29 Juni 2019 dan langsung divisum.

Namun entah karena dinilai kurang serius, keluarga korban pun beraksi. Adalah Yas Mendofa dkk sengaja datang dari Pekanbaru ke Polsek Koto Kampar guna mempertanyakan kasus yang menimpa keluarganya itu, Kamis (01/08/19).

Dari pertemuan tersebut Kanit M Zikri berjanji, pihaknya akan berupaya menyelesaikan kasus tersebut dengan memanggil kedua pihak melalui perusahaan, tempat korban maupun pelaku bekerja.

"Kita akan layangkan panggilan melalui perusaan tempat mereka bekerja," ujarnya.

Menariknya, Surat Tanda Pènerimaan Laporan Pengaduan (STPL) yang sebelumnya korban mengaku tidak ia peroleh  pasca melapor, ternyata baru muncul Sabtu 10 Agustus 2019. Meski begitu, STPL yang dibuat tetap sesuai dengan tanggal melapor yakni, 29 Juni 2019. (fin)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kasus Karhutla, Polri dan KLHK Selidiki Perusahaan Sawit Milik Samsung dan Wilmar
KPK Tahan Penerima Suap Kasus Restitusi Pajak PT WAE
‘Buzzer’ Dinilai Bisa Geser Fokus Publik soal Kasus Novel Baswedan
Catat, Ini Empat Poin Tuntutan Mahasiswa UPP Rohul
KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad