Home  / 
Lagi, 7 Anggota DPRD Riau Ditahan KPK
Selasa, 15 Januari 2013
PEKANBARU(riaueditor)- Tujuh anggota DPRD Riau, yang sebelumnya ditetapkan tersangka oleh Penyidik KPK terkait kasus suap PON Riau, akhirnya Selasa (15/01) resmi ditahan, setelah menjalani pemeriksaan selama 8 jam di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

Sebelumnya, ketujuh anggota DPRD Riau ini sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan diruangan Catur Prasetya, SPN Polda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru. Mereka ini sejak pukul 09.00 Wib, pagi tadi, menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait suap revisi Perda PON Riau.

Ketujuh anggota DPRD Riau yang ditahan ini yakni, Zulfan Heri Fraksi Golkar, Abubakar Sidik Fraksi Golkar, Tengku Muhaza Fraksi Demokrat, Syarief Hidayat Fraksi PPP, Roem Zen Fraksi PPP, Adrian Ali Fraksi PAN dan Turoechan Ansyari dari Fraksi PDI.

Oleh Penyidik KPK, ketujuh anggota Dewan ini ditahan ditempat yang berbeda. Empat ditahan di Rutan Klas 1 Cipinang, Jakarta Timur yakni, Zulfan Heri, Abu Bakar Sidik, Adrian Ali dan Tengku Muhaza.

Untuk Syarieh Hidayat dan Roem Zen, ditahan di ruang tahanan yang ada di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Kuningan. Sementara Turoechan Ansyari ditahan di Rumah Tahanan Militer (RTM) POM Dam Guntur, Manggarai, Jakarta Selatan.

Juru Bicara KPK, Johan Budi, yang dihubungi Riaueditor melalui telepon selulernya menjelaskan," Ke tujuh anggota DPRD Riau ini ditahan untuk 20 hari pertama, untuk kepentingan penyidikan," kata Johan Budi.

Johan Budi meyakini pemisahan terhadap tahanan ketujuh anggota DPRD Riau hanya berdasarkan peritungan kapasitas Rutan. Bukan berdasarkan hal-hal yang khusus terkait penyidikan yang dilakukan KPK.

Ketujuh anggota DPRD Riau ini masing-masing diduga sebagai penerima suap dan dikenakan pasal 12 huruf a atau b, atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidan Korups Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHAP.

Kasus ini sudah disidik sejak sebelum penyelenggaraan PON berlangsung. Sejauh ini, KPK sudah menetapkan 13 tersangka dalam kasus yang berawal dari tangkap tangan suap senilai Rp 900 juta terkait revisi Perda 6/2010 dan Perda 5/2008, yang mengatur tentang venue menembak dan main stadium PON XVIII Riau 2012 .

Sebelum penambahan 7 tersangka baru, sudah ada 6 tersangka dalam kasus ini. Di antaranya Kasi Sarana dan Prasarana Dispora Riau, Eka Dharma Putra dan Rahmat Syahputra dari PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero. Keduanya sudah divonis pengadilan. Begitu juga dengan, Faisal Aswan (Golkar), Dunir (PKB).

Sementara, Wakil ketua DPRD Riau Taufan Andoso Yakin (PAN) pagi tadi dituntut tujuh tahun kurungan dan mantan Kadispora Riau, Lukman Abbas, masih dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Gubernur Riau sendiri, Rusli Zainal, sudah beberapa kali diperiksa sebagai saksi. Bahkan Menteri Koordinator Kesejateraan Rakyat, Agung Laksono juga pernah dimintai keterangannya dalam kasus ini.

KPK sendiri menginsyaratkan belum akan berhenti di tujuh anggota DPRD Riau. KPK mengaku tengah melakukan penyelidikan guna membuka rantai korupsi di penyelenggaran PON tersebut.(dm)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter