Home  / 
4 TSK Korupsi Islamic Centre Mangkir dari Panggilan Kejati
Selasa, 15 Januari 2013
[caption id="attachment_4347" align="alignleft" width="300"] Islamic Center Pelalawan[/caption]

Hanya Tengku Azman dan Rahman Saragih yang hadir

PEKANBARU(riaueditor)- Kejaksaan Tinggi Riau (Kejati) akhirnya merampungkan proses pemberkasan penyusunan dakwaan perkara terkait kasus korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre Kabupaten Pelalawan, dan akan segera melimpahkan berkas ini ke Pengadilan Tipikor.

Hal ini dibuktikan Kejati Riau, Selasa (15/01) pagi sekitar pukul 09.00 Wib, dengan memanggil keenam tersangka karena P21 tahap 2 selasai dan dilakukan penyerahan tersangka, berkas dan barang bukti (BB) kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Riau.

Keenam orang yang sudah ditetapkan tersangka ini yakni, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Amrasul Abdullah, pengguna anggaran Syahril, Pelaksana Tugas Kepala Sub Dinas Cipta Karya Tengku Azman, Kepala Dinas Cipta Karya Pelalawan Tengku Fahran Ridwan, kontraktor pemenang proyek PT Langgam Sentosa, Direktur H Zakri Abdullah dan Consultan Pengawas PT Wisatama Arsitek, Rahman Saragih.

Dari pantauan riaueditor di Kejati Riau, tampak Tengku Azman dan Rahman Saragih didampingi Penasehat Hukumnya yang hadir memenuhi panggilan pihak Pidsus Kejati Riau. Sementara, empat tersangka lainnya masih belum tampak hadir memenuhi panggilan ini.

Penasehat Hukum H Zakri Abdullah, saat dikonfirmasi Riaueditor menyatakan, kliennya sedang rapat dengan Kapolres Pelalawan, dan meminta penjadwalan ulang atas pemanggilan ini.

"Selama ini, klien saya, H Zakri, sangat kooperatif, setiap pemanggilan saksi selalu datang, tapi kali ini, beliau berhalangan hadir, karena ada rapat dengan Kapolres Pelalawan dan sedang peninjauan didaerah Cerinti," ujarnya.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Andri Ridwan SH MH kepada sejumlah wartawan, Selasa (15/01) sore tadi menyatakan, pemanggilan kedua terhadap enam tersangka Islamic Center ini sudah dilakukan.

Semua tersangka ini, Syahril, Tengku Fahran Ridwan dan Amrasul sudah menyatakan siap hadir hari ini. Untuk proses penyerahan tersangka dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum.

"Namun sampai pukul 15.30 Wib, hanya dua tersangka yang hadir yakni, Tengku Asman dan Rahman Saragih. Keduanya didampingi penasihat hukum. Yondri Mandagi SH, Penasehat Hukumnya Tengku Asman dan Hidayat Purnama, Penasehat Hukum Rahman Saragih," ujar Andri.

Menurut Andri, para tersangka yang tidak hadir ini menunjukkan sikapnya yang tidak kooperatif. "Kita masih berikan undang-undang kesempatan yang ketiga. Jika yang ketiga juga tidak datang, akan dilakukan penjemputan paksa. Pemanggilan ketiga dalam dua atau tiga hari ini akan dilakukan pemanggilan," ungkapnya.

Kasus ini bermula dari, laporan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau, yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 7,7 milyar.

Selain kerugian secara finansial, Negara juga telah dirugikan secara materiil. Sebab dalam laporan BPKP itu juga menyatakan bahwa gedung Islamic Centre ini tidak dapat digunakan atau dimanfaatkan oleh masyarakat.(dm)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter