Home  / 
Penambang Illegal Marak di Inhu
Rabu, 02 Januari 2013
LIRA Menganggap Distamben Lamban

Rengat(riaueditor)- Semakin maraknya penambangan pasir dan batu tanpa izin di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Karena aktifitas itu, jalan jalan yang dilalui truck penganggut pasir dan batu menjadi rusak parah. Bahkan, jembatan di sekitar penambangan dikhawatirkan akan mengalami penurunan.

Catatan LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), kegiatan penambangan illegal marak terjadi di Desa Pasir Sialang Jaya, Desa Pasir Ringgit di Kecamatan Lirik, serta Desa Pekan Heran di Kecamatan Rengat Barat. Namun, selama ini Pemkab Inhu terkesan membiarkan aktifitas tersebut. Demikian diungkapkan Bupati LIRA Kabupaten Inhu, Said Sulaeman, Kamis (3/1/2013) di Kantor DPRD Inhu.

Dia menyayangkan kinerja Dinas Pertambangan Inhu yang dinilai lamban menangani maraknya penambang pasir dan batu secara illegal tersebut. Padahal sambungnya, aktifitas penyedotan pasir dan batu dengan menggunakan bocai tepat terjadi di sekitar jembatan Japura dan jembatan Pekan Heran.

Maraknya penambangan pasir dan batu disekitar jembatan mengancam kerusakan pada tiang dan kontruksi jembatan tersebut. Pasir dan batu di sekitarnya secara terus menerus di ambil dengan alat penyedot bocai.

“Jadi, jika aktifitas penambang pasir liar itu dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan yang serius dari pemerintah, maka akan berakibat fatal dan terancam ambruk," ungkap Said.

Selain itu, akibat maraknya penambang liar juga berdampak pada keresahan masyarakat. Beberapa ruas jalan yang dilalui truck pengangkut pasir dan batu mengalami kerusakan. Hal tersebut telah terbukti pada pekerjaan jembatan yang menghubungkan Desa Japura dengan Desa Pasir Sialang Jaya, yang sempat tidak dapat dilalui selama beberapa minggu karena tanah timbunan disisi jembatan mengalami kerusakan akibat dilalui truck pengangkut pasir dan batu saat pihak kontraktor melakukan pekerjaan penimbunan.

Menyikapi hal tersebut, LIRA meminta DPRD Inhu melalui komisi C agar melakukan tindakan dengan memanggil instansi terkait guna menyelesaikan persoalan penambangan tanpa izin dan telah meresahkan masyarakat.

Sementara itu, Kabid Pengawasan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Inhu, Arif Sudaryanto dikonfirmasi mengaku pihaknya akan kembali meninjau ke lokasi penambangan. Menurutnya, pihak Distamben Inhu sebelumnya telah melakukan tindakan kepada  para penambang pasir yang berada di Hilir jembatan Pekan Heran.

Arif juga mengungkapkan, bahwa Distamben Inhu telah melakukan sosialisasi kepada para pelaku penambangan dan telah berkoordinasi dengan pihak terkait yang ada di Desa dan Kecamatan.

"Jika para penambang tidak mengindahkan teguran yang telah kami sampaikan, maka kita akan layangkan surat teguran tertulis, jika tidak juga diindahkan, maka akan kita lakukan penindakan tegas," ujarnya.(Suarno)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter