Home  / Sport
Suporter Timnas Desak Malaysia Hukum Berat Pelaku Penusukan
Jumat, 22 November 2019 | 11:38:50
(CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Ilustrasi suporter Timnas Indonesia.
JAKARTA - Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) mendesak agar para pelaku pengeroyokan dan penusukan terhadap suporter Timnas Indonesia di Malaysia.

Sebelumnya terjadi insiden pengeroyokan termasuk penusukan di Bukit Bintang pada Senin (18/11) sebelum laga Malaysia vs Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia 2019, di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11).

"PSTI mendesak pemerintah Indonesia dan PSSI untuk bekerjasama dengan pemerintahan Malaysia melakukan investigasi insiden kisruh suporter di Malaysia dan menghukum seberat-beratnya siapapun yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut," demikian pernyataan Ketua Umum PSTI, Ignatius Indro.

Indro menilai kekisruhan hingga terjadi tindak pengeroyokan sejumlah warga Malaysia terhadap suporter Timnas Indonesia sangat memprihatinkan.

"Kita ingat kejadian [kerusuhan] ketika kedua tim [Indonesia dan Malaysia] bertanding di Jakarta, di mana kejadian seperti itu terjadi."

"Hal ini menunjukkan bahwa rivalitas dalam sepak bola masih berada di atas kemanusiaan. Ini harus kita ubah secepatnya dan tidak bisa kita biarkan berlarut-larut," kata Indro.

Dia menilai sejauh ini suporter hanya dijadikan sapi perahan sebagai obyek bagi pemangku kebijakan persepakbolaan tanah air tanpa ada upaya serius edukasi dan jaminan keamanan.

Untuk itu, PSTI juga meminta seluruh pemangku kepentingan seperti Kemenpora, DPR, dan PSSI membuat payung hukum untuk suporter.

"Salah satu urgensinya adalah memaksa seluruh stake holder sepak bola Indonesia untuk melakukan edukasi terhadap suporter hingga ke akar rumput."

"Kami mengajak seluruh stake holder sepak bola Indonesia bergandengan tangan memajukan sepak bola Indonesia," terangnya.

Sebelumnya netizen mengamuk dan meramaikan media sosial dengan tanda #GanyangMalaysia mengutuk aksi kekerasan di Malaysia. 

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Menggugat Keseriusan Jokowi untuk Selesaikan Kasus HAM
Main Bola Kalah 0-3, Indonesia Keok Apa Lagi Lawan Vietnam?
KontraS Catat 1.056 Kasus Pembatasan Kebebasan Berkumpul
Ivan Gunawan Diperiksa dalam Kasus Salon Kecantikan Ilegal
Wagubri Buka Rakernas Bapenda se-Indonesia

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad