Home  / Sport
Peluang Juara Liga Inggris: City 47%, Liverpool 46%
Selasa, 17 September 2019 | 16:23:01
(CNBC Indonesia/Arie Pratama)
Ilustrasi Josep Guardiola, Manajer Manchester City
JAKARTA - Liga Primer Inggris musim lalu berlangsung ketat. Dua kuda pacu, Manchester City dan Liverpool, bersaing hingga pertandingan terakhir. Hasilnya yang disebut pertama menjadi jawara dengan keunggulan tipis satu angka.

Walau berlangsung seru, tetapi keperkasaan City dan Liverpool mendominasi Tanah Britania. Jarak antara The Citizens-The Reds dengan peserta lainnya begitu jauh.

City menjadi juara dengan koleksi 98 poin, Liverpool mengumpulkan 97. Sementara Chelsea di peringkat ketiga 'hanya' berhasil mengakumulasikan 72 poin. Berbeda 26 dengan City dan 25 dengan Liverpool.

Musim ini, sepertinya situasi yang sama bakal terulang. City dan Liverpool terlalu jauh, di luar jangkauan para pesaingnya. Mengutip model yang dirilis FiveThirtyEight, probabilitas City dan Liverpool untuk menjuarai Liga Primer musim 2019/2020 jauh di atas klub lainnya.

Model analisis FiveThirtyEight juga masih mengunggulkan City menjadi juara dengan peluang sedikit di atas Liverpool. Sepertinya peristiwa musim lalu akan terulang, City unggul dramatis dengan poin tipis di atas Liverpool.

"Liga Primer dikenal dengan ketimpangannya, karena dominasi sebagian kecil klub yang dikenal sebagai The Big Six. Musim lalu, strata ini menjadi lebih ekstrem karena hanya menyisakan Liverpool dan City sementara klub lain memperebutkan maksimal posisi ketiga.

"Model kami memperkirakan ketimpangan di Liga Primer pada musim ini akan kembali terjadi. Nyaris tidak mungkin klub lain (selain City dan Liverpool) bisa menjadi juara," jelas riset FiveThirtyEight.

City-Liverpool Beberapa Level di Atas Pesaingnya

Hingga pekan kelima Liga Primer musim 2019/2020, prediksi FiveThirtyEight sepertinya relevan. Liverpool menduduki peringkat pertama dengan koleksi 15 poin, City di posisi runner-up dengan 10 poin.

Performa kedua tim pun belum mengendur setelah musim lalu gas pol. Performa yang sepertinya belum bisa disamai oleh klub-klub lainnya.

Hebatnya lagi, City dan Liverpool sebenarnya relatif santai pada bursa transfer musim panas ini. City yang biasanya jor-joran hanya kedatangan dua bintang baru, Rodri dari Atletico Madrid (Spanyol) dan Joao Cancelo dari Juventus (Italia).

Liverpool? Lebih parah, tidak ada satu pun bintang baru di tim asuhan manajer Juergen Klopp. The Anfield Gank hanya merekrut para pemain muda seperti Sepp van den Berg (17 tahun) dan Harvey Elliott (16 tahun).

Sementara para pesaingnya (kecuali Chelsea yang kena larangan transfer) agresif membajak pemain baru. Arsenal menghabiskan dana GBP 137,16 juta (Rp 2,39 triliun dengan kurs saat ini) untuk mendatangkan Nicolas Pepe dari Lille (Prancis) Kieran Tierney dari Glasgow Celtic (Skotlandia), sampai David Luiz dari Chelsea.

Manchester United lebih boros lagi dengan mengeluarkan fulus GBP 142,23 juta (Rp 2,46 triliun). United bahkan memecahkan rekor transfer bek termahal dunia kala mendatangkan Harry Maguire dari Leicester City.

Oleh karena itu, pencapaian City dan Liverpool memang patut diacungi jempol. Skuad yang mereka miliki sudah matang, kohesif, dan berada beberapa level di atas para kompetitornya.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pengumuman Formasi CPNS 2019 Hanya Dibuka 15 Hari
Seleksi CPNS 2019 Segera Dibuka, Simak Rincian Jadwalnya di Sini
Ini Dia Penelitian yang Dapat Nobel karena Bahas SD Inpres!
Tanda-tanda Rekor Kemenangan Liverpool Putus di Markas MU
Siap-Siap, Penerimaan CPNS Dibuka 25 Oktober

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad