Home  / Sosial
Dukung Program Kampung Tangguh, Polsek Ukui Gandeng Perusahaan Isikan Air di Empang Petani
Sabtu, 8 Agustus 2020 | 12:13:47
riaueditor
PELALAWAN, riaueditor.com - Memasuki musim kemarau, Polsek Ukui menggandeng perusahaan untuk menyediakan air bagi tanaman lahan ketananan pangan.

Sebelumnya pada 15 Juni 2020 lalu Polsek Ukui telah Launching program ketahanan pangan yang lokasinya berada di Jalan Mangga Kelurahan Ukui. Dengan luas lahan lebih kurang 2 Ha, memanfaatkan lahan tidur agar lebih produktif.
  
Progam ketahanan pangan tersebut, Polsek Ukui bersama unsur TNI, pemerintahan, petani dan juga beberapa perusahaan yang ada di Kecamatan Ukui pada saat launching, telah melakukan penanaman bibit palawija.

Guna mendukung program tersebut, pada Sabtu (08/8) pagi tadi Kapolsek Ukui AKP Rifendi bersama beberapa personilnya melakukan pengecekan dan pengisian air pada empang (penampung air sementara) yang ada dilahan itu. 

Setiap minggunya AKP Rifendi beserta personil selalu melakukan peninjauan terhadap lahan ketahanan pangan bersama-sama dengan petani binaan dan pihak perusahaan.

Dimasa pandemi Covid-19 di Indonesia yang kita ketahui bersama telah melumpuhkan beberapa lini sektor, yang salah satunya adalah sektor ekonomi dan pangan, untuk itu Polri turut ambil peran dalan mendrongkak roda ekonomi dan pangan di Indonesia dengan programnya yakni Kampung Tangguh Nusantara yang salah satu poinnya adalah pemanfaatan lahan tidur agar menjadi produktif

"Sudah hampir satu bulan ini memang di Ukui sendiri tidak turun hujan, selain menghambat pertumbuhan tanaman yang ada dilahan ketahanan pangan, ancaman karhutla juga meningkat, untuk itu saya telah berkoordinasi dengan beberapa perusahaan yang ada di Ukui, untuk mensiasati dalam perawatan/penyiraman tanaman dengan cara membuat empang kecil yang nantinya akan digunakan untuk tempat penampungan air sementara, dan Alhamdulillah beberapa perusahaan disini siap mambantu, dan pada hari ini saya pantau  sudah berjalan," kata Kapolsek. 

Ia menambahkan, sebagai petani, tentunya dengan minimnya curah hujan akan membuat tanaman  terhambat pertumbuhanya, seperti yang kita lihat, ada beberapa jenis tanaman yakni kacang yang harusnya satu bulan sejak penanaman kaemarin sudah tinggi sekitar 40 cm, seperti yang kita lihat saat ini jenis tanaman kacang ini pendek pendek sekali, dan juga ada beberapa tanaman yang mati akibat kekurangan air.

Yang namanya hujan sudah pasti itu faktor alam tentu saya sebagai petani hanya mampu berdoa.

"Saya berterimakasih kepada bapak Kapolsek dan jajaran yang tiap minggunya selalu datang kemari, dan kemarin empang kecil sudah dibuat dan pada hari ini air juga telah datang, harapan saya kebutuhan air untuk tanaman ini dapat terus terjaga, sehingga tanaman dapat bertumbuh dengan baik dan tentunya dapat panen tepat pada waktunya," ujar Sembiring, seorang warga yang menjadi petani binaan Polsek.

"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak kepada bapak-bapak yang hadir pada hari ini, termasuk dari pihak perusahaan yakni PT Gandaerah Hendana dan PT Indosawit Subur yang telah bersedia membawakan air 2 tangki, tentunya ini membuat saya dan petani-petani binaan lainya akan lebih termotivasi dan semangat," kata Sembiring. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Wagubri: Mari Beri Dukungan Moril Pada Nakes Menangani Covid-19
Pemprov Riau Butuh Dukungan Masyarakat Tingkatkan Ketahanan Pangan di Riau
Polsek Bunut Dukung Program Jaga Kampung Yang Diluncurkan oleh Polda Riau
Kabaharkam Polri Apresiasi Keberhasilan Program Jaga Kampung Polda Riau
Antusias, Al Azhar Dukung Program Pemberdayaan Seniman oleh Aseri

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter