Home  / Sosial
Film Perang Sosoh, Ingatkan Warga Masa Perjuangan di Desa Pedekik
Rabu, 29 Agustus 2018 | 02:41:22
Diskominforsantik Bengkalis
Kenduri Kenegaraan di Desa Pedekik.
BENGKALIS, riaueditor.com - Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah), ungkapkan agar tidak meninggalkan jerih payah para pejuang dalam mengusir penjajah guna mempertahankan kemerdekaan RI.

Banyak cara agar generasi penerus bangsa ini tidak melupakan, salah satunya membuat acara malam peringatan, nonton bareng film perjuangan maupun mendengarkan cerita-cerita dari tokoh perjuangan maupun orang tua.

Seperti dilakukan masyarakat Desa Pekekik dalam mengenang sejarah masa perjuangan bersama tentera melawan penjajah Belanda di Desa Pedekik, masyarakat membuat acara nonton bareng film perjuangan "Perang Sosoh".

Bertempat di Sekolah MTS Nurul Jadid Desa Pedekik, Minggu malam 26 Agustus 2018 warga Desa Pedekik tumpah ruah menonton film perang sosoh, sempena malam kenduri kenegaraan yang digelar pemuda Desa Pedikik Kecamatan Bengkalis.

Antusias masyarakat Desa Pedekik ingin menyaksikan film perjuangan Perang Sosoh sangat tinggi. Masyarakat dari berbagai kalangan, tua - muda saat ba'da Isya mulai berbondong-bondong menuju halaman MTS Nurul Jidad.

Setelah mendengarkan sambutan dari tokoh dan pejabat, akhirnya film berdurasi 30 menit ini disuguhkan ke hadapan masyarakat. Pemutaran film Perang Sosoh dimulai sekitar pukul 20.30 WIB, ketika lampu mulai dimatikan, sorak penasaran warga semakin riuh sehingga membuat suasana tersebut semakin pecah.

Seakan tak mau mengalihkan pandangan dari layar tancap, masyarakat dengan khusuk menyaksikan setiap adegan yang ditampilkan oleh para pemeran Pejuang Perang Sosok, yang pada umumnya dari Pemuda Desa Pedekik.

Masyarakat menghayati dan larut dalam suasana masa perjuangan, seakan ikut merasakan detik-detik perlawanan dan pertempuran dalam mengusir penjajah Belanda dari Pulau Bengkalis. Meski tak seimbang dengan persenjataan antara tentara Belanda dengan Tentara Republik Indonesia bersama pasukan Fisabillah.

Perang Sosoh yang diangkat menjadi film ini, semuanya diperankan oleh pemuda Pedekik, dimana proses pengambilan gambar atau shooting perdana Perang Sosoh dimulai pada Ahad, 5 Agustus 2018 malam ba'da Isya yang berlokasi di rumah Mbah Ikhsan, tepat di depan Masjid sabilillah, yang disutradarai oleh Musrial Mustafa sang pencipta lagu Negeri Junjungan ini.

Salah satu warga Desa Pedekik Mila mengatakan, biasanya acara kenduri kenegaraan di sini biasa-biasa saja namun malam ini sangat berbeda, ramai sekali warga menanti diputarnya film perang sosoh.

"Kami sangat penasaran macam mano bentuk film perang sosoh itu, sampai-sampai sayo membawa anak sayo masih bayi kesini, biaso malam kenduri kenegaraan hanya orang tua ajo yang datang tapi malam ini luo biaso," ujarnya.

Pembuatan film yang disutradarai oleh seorang seniman yang berasal dari Bengkalis yaitu Musrial Mustafa. Para pemuda setempat juga sangat bersemangat dalam menjalani peran mereka didalam pembuatan film perang sosoh ini. Selain itu juga para tokoh masyarakat beserta instansi pemerintah setempat sangat mendukung dalam proses pembuatan film ini.***

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Danramil 08/Mandah Pantau Langsung Seleksi Perangkat Desa
Silahturahmi Danramil 09/Langgam dengan Perangkat Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur
Menpan: Tak Lama Lagi Gaji Perangkat Desa Setara Golongan II
Jokowi ke Perangkat Desa: Tak Usah Demo Depan Istana, Lagi Musim Hujan
Setelah Menonton Film Porno, Haruskah Kita Mandi Wajib?

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad