Home  / Senibudpar
Libur Akhir Tahun, Objek Wisata Guruh Gemurai Didatangi 1.500 Pengunjung
Rabu, 8 Januari 2020 | 22:46:57
istimewa
TELUK KUANTAN - Objek wisata Air Terjun Guruh Gemurai di Kecamatan Kuantan Mudik sebenarnya cukup potensial. Buktinya, pada masa libur akhir tahun kemarin, objek wisata kebanggaan masyarakat Kuansing ini didatangi lebih kurang 1.500 pengunjung.

"Libur akhir tahun kemaren kunjungan di Air Terjun Guruh Gemurai mencapai 1500 orang," kata Kepala Dinas Pariwisata Kuansing melalui Kabid Pariwisata Nasjuneri kepada Wartawan di ruang kerjanya, Rabu (8/1/2020).

Namun ternyata sejumlah masalah masih mendera objek wisata tersebut hingga munculnya keluhan masyarakat, seperti masih terdapatnya parkir liar, sampah dan kios pedagang kaki lima yang belum tertata dengan baik.

"Sampah, PKL dan parkir masih menjadi masalah di sana," katanya.

Tumpukan sampah terlihat di mana-mana. Mulai dari lahan parkir, jalan-jalan menuju objek wisata hingga di air terjunnya. Tentu hal ini cukup mengganggu kenyamanan  pengunjung.

"Memang sampah masih banyak. Biasanya dibuang atau ditinggal pengunjung begitu saja usai makan," katanya.

Selain itu sambung Nasjuneri, juga ada masalah tingginya tarif parkir, yaitu untuk mobil Rp10.000 dan motor Rp5.000. Biasanya tarif ini dipasang pada hari-hari libur, karena hari biasa pengunjung relatif sepi.

"Meski tidak setiap hari, namun besarnya tarif dikeluhkan masyarakat. Misal tahun baru kemarin, ada juga pungutan," katanya.

Menertibkan tingginya tarif parkir itu katanya, kedepan pihaknya akan mengundang pihak terkait, diantaranya pihak kepolisian, Satpol PP, pemerintah desa dan pemuda.

"Intinya, kita akan lakukan pembinaan kepada mereka," ujarnya lagi.

Nasjuneri bahkan menawarkan sejumlah solusi, yakni berencana merekrut pemuda setempat sebagai karyawan honor musiman. Karena saat ini hanya ada enam orang karyawan honor disana.

"Para pemuda itu nanti dapat honor harian," terangnya.

Ia berharap jika parkir dikelola secara baik tentu bisa jadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Masalah lain yang tak kalah pentingnya katanya, yakni masih semrawutnya pedagang kaki lima (PKL).

Oleh karenanya, pihaknya akan melakukan penataan terhadap PKL tersebut. Seperti, mendirikan kios di bawah atau di samping jalan ke arah air terjun.

"Tentu menghalangi view para wisatawan saat akan melihat air terjun dari atas. Maka harus dipindah keatas agar tak menghalangi pandangan," katanya. 

Menurutnya, mereka mau dipindah ke atas, asalkan semua pedagang ditata dengan baik.

"Kalau ditata, harus seluruhnya. Itu kata mereka. Maka akan kita tata kedepan," katanya. (mcr)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Daya Beli Menurun, Kunjungan Masyarakat ke Tempat Wisata saat Akhir Tahun Meningkat
Kebun Bunga Satgas Yonif 411 Kostrad Jadi Alternatif Wisata Warga Merauke
Daftar Lokasi dan Waktu Puncak Gerhana Matahari Cincin 2019
Peneliti Ingatkan Bahaya Melihat Gerhana Matahari Cincin
Bupati Rohil Hadiri Rakorbid Pariwisata Tingkat Nasional DPP PDIP

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad