Home  / Senibudpar
4 Desa Wisata Indonesia Masuk 100 Besar Destinasi Berkelanjutan Dunia
Selasa, 29 Oktober 2019 | 23:49:56
(Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
Desa Wisata Nglanggeran yang berada di Yogyakarta, masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia bersama tiga desa wisata di Indonesia lainnya.
JAKARTA - Masing-masing dua desa wisata di Bali dan Yogyakarta masuk dalam 100 besar Destinasi Berkelanjutan di Dunia versi Global Green Destinations Days (GGDD). 

Adapun empat desa tersebut yaitu Desa Pemuteran (Bali), Desa Penglipuran (Bali), Desa Wisata Nglanggeran (Yogyakarta), dan Desa Pentingsari (Yogyakarta).

Dilansir kompas.com, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dadang Rizki Ratman di Jakarta, Senin (28/10/2019) mengatakan, empat desa wisata tersebut mampu bersaing di level internasional karena memakai pedoman yang sudah berstandar internasional.

"Konsep Desa Penglipuran misalnya yang masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan dunia, salah satunya karena desa itu dianggap bisa mempertahankan sisi tradisional dan kelestarian lingkungannya," ujar Dadang dalam Siaran Pers Kemenparekraf.

Lanjut Dadang, penataan desa dan bangunan tradisional di Desa Penglipuran masih terjaga utuh. 

Begitu juga dengan 75 hektare hutan bambu dan 10 hektar vegetasi yang masih terawat. Hal ini yang menjadi ciri khas dari Desa Penglipuran.

Desa Penglipuran yang berada di Bali masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia bersama tiga desa wisata di Indonesia lainnya.(Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)

Dadang juga berujar, meski kini mayoritas penduduk sudah menganut hidup modern namun suasana tradisional khas Bali tidak lantas hilang begitu saja. 
"Kini Desa Penglipuran jadi salah satu destinasi wisata populer di Indonesia," katanya. 

Ketiga desa wisata lainnya juga menjaga keseimbangan dalam mengelola desa wisata. Masyarakat desa mendapatkan manfaat ekonomi dari melestarikan budaya dan alam sekitar desa.

Selain itu, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf Valerina Daniel menambahkan, keempat desa wisata itu masuk dalam kategori konservasi lingkungan, pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal, dan sosial-budaya.

Desa Pentingsari yang berada di Yogyakarta masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia bersama tiga desa wisata lainnya di Indonesia.(Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)

"Nantinya, destinasi yang berada di peringkat teratas pada daftar Sustainable Destinations Top 100 akan diundang untuk menerima ‘Best of Top 100’ di ITB Berlin 2020," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pariwisata Berkelanjutan I Gede Ardika menyebut bahwa peranan stakeholder khususnya para pelaku pariwisata di daerah yang berkomitmen dalam penerapan standar destinasi pariwisata berkelanjutan.

Nantinya, akan lebih banyak lagi destinasi pariwisata di Indonesia yang berjalan denganprinsip berkelanjutan. 

"Kita perlu berkolaborasi dengan pemda dan pelaku pariwisata dan para juara di desa wisata atau destinasi pariwisata tersebut," kata Ardika. 

Penghargaan Sustainable Destinations Top 100 merupakan program tahunan Green Destinations Foundation yang bertujuan memamerkan cerita sukses dan praktik pariwisata berkelanjutan dari destinasi pariwisata di seluruh dunia.

(kompas.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Peringati Hari Anak Sedunia, Satgas Yonif 411 Kostrad Gelar Kegiatan di Sekolah Perbatasan
Indonesia Kalah 0-2 dari Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia
Pemprov Anggarkan 40 Unit Pemadam Karhutla Portable
Sekda Bengkalis Lantik 2 Pejabat Eselon II dan 3 Eselon IV
Jom Ramaikan Wisata Malam Kampung Melayu Desa Aei Puteh

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad