Home  / Senibudpar
Tolak Disbud Dihapus, Seniman dan Aktifis Kebudayaan ke LAMR
Kamis, 25 Juli 2019 | 11:42:09
istimewa
PEKANBARU - Puluhan seniman dan aktifis kebudayaan di Provinsi Riau bertandang ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Rabu (24/7/2029) petang dan disambut Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. Al azhar.

Pada kesempatan itu, seniman dan budayawan Riau Hang Kafrawi mengatakan, bahwa silaturahmi ke LAMR ini spontan setelah adanya kabar Dinas Kebudayaan Riau mahu digabungkan dengan dinas lainnya. 

"Kita sangat terhenyat dan menolak penggabungan ini, sebab ini sama saja menghapus Dinas Kebudayaan," kata Hang Kafrawi. 

Kebudayaan, jelas Hang Kafrawi, adalah roh pembangunan di negeri ini. Untuk melahirkan Dinas Kebudayaan ini semua pihak sudah bersusah payah dengan berbagai kajian ilmiah. Jika Dinas Kebudayaan digabungkan, ini sama saja memperkecil arti kebudayaan itu sendiri. 

"Oknum anggota dewan yang ingin menggabungkan Dinas Kebudayaan itu pengetahuannya tentang kebudayaan sangat sempit, akibatnya membuat Riau semakin kerdil," ungkap Hang Kafrawi. 

Niat oknum yang ingin menggabungkan Dinas Kebudayaan ini, kata Hang Kafrawi, tidak bisa didiamkan. Masalah kebudayaan bukan masalah sepele, perlu ada sikap. Karenanya, "Kami datang ke LAMR mohon petunjuk apakah aksi yang akan kami lakukan nantinya tidak menyalah."

Sesuai niat yang hendak dilakukan para seniman dan aktifis kebudayaan, mereka meminta hearing dengan Pansus OPD kemudian menyerahkan buku-buku kebudayaan agar dibaca sehingga tahu soal kebudayaan.

Sementara itu, Willy seniman lainnya menyebutkan, di tengah negara maju menjunjung kebudayaan malah di Riau ada tarik ulur sehingga mempersempit kebudayaan. 

"Saya rasa oknum dewan yang ingin menggabungkan Dinas Kebudayaan itu tidak tahu soal kebudayaan. Sehingga mereka tidak peduli dengan kebudayaan," ungkap Willy. 

Terkait adannya oknum anggota dewan yang ingin menggabungkan Dinas Kebudayaan, ucap Bambang al-Kijok seniman dan aktifis kebudayaan, pihaknya akan melakukan penetrasi moral kepada Pansus OPD, agar mereka tahu berapa pentingnya kebudayaan itu.

Menyikapi keinginan seniman dan aktifis kebudayaan ini, Al azhar menyebutkan, adalah sesuatu yang patut dan wajar. Apapun yang hendak dilakukan nantinya bukan pada menang atau kalah tapi lebih pada memberi tahu betapa pentingnya kebudayaan. 

"Hal ini juga kita harapkan menjadi koreksi bagi pihak-pihak dalam membuat program. Sebab, persoalan ini bukan persoalan eksekutif dan legislatif saja tapi ini persoalan kebudayaan, persoalan masyarakat Riau," ungkap Al azhar.

Hasil dari pertemuan itu, para seniman dan aktifis kebudayaan Riau membuat surat minta hearing dengan Pansus OPD agar menjelaskan agar semuanya semakin jelas.

"Inti hearing ini bertabayun kepada Pansus OPD apa benar ada upaya menggabungkan Dinas Kebudayaan. Sebab, saat ini baru sekedar informasi yang diperoleh. Jika itu benar, sikap kita menolaknya," kata Hang Kafrawi.(rls/raf)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Dear Pak Jokowi, Terbitkan Perppu KPK itu Simple Kok!
Apa yang Membuat Mahasiswa Ogah Temui Jokowi di Istana?
Maaf Pak Jokowi, Mahasiswa Tolak Mentah-Mentah Ajakan Bertemu
Korban Mahasiswa Berjatuhan, Jokowi Tetap Tolak Cabut UU KPK
Penjelasan Edwar Sanger Soal Penolakan Bantuan dari Pemprov DKI

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad