UCAPAN RAMADHAN RIAUEDITOR
Home  / Religi
Belajar Kitab
Bersedekah dengan Lisan
Kamis, 9 Februari 2017 | 20:51:35
Wordppress.com/a
Penulisan hadis (ilustrasi).
JAKARTA - Salah satu bahasan kitab berjudul Bahjat al-Majalis wa Unsul al-Majalis Wa Syahdz ad-Dzahin Wa al-Hajis karya Ibnu Abd al-Barra yang wafat pada 463 H/1071 M ini mengupas tentang seni berbicara. Sesuai dengan metode yang digunakan, Ibn Abd al-Barr mengutip beberapa teks keagamaan, kalam salaf, juga syair-syair yang berkorelasi langsung dengan cara berbicara yang benar, termasuk keutamaan beretika saat ber bicara. 

Sebuah hadis menyebutkan, sedekah yang paling utama ialah bersedekah dengan lisan. Artinya, menjaga lisan dengan baik. Dengan tindakan itu akan menghilangkan hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga terjadinya konflik berdarah. 

Seorang alim, Abu ‘Inabah al- Khaulani, pernah mengatakan, untaian kalimat yang bagus lebih berguna ketimbang gelimang harta. Lantas, manakah lebih utama, berdiam diri agar selamat atau berbicara dengan penuh kesantunan?

Menurut al-Ahnaf bin Qais, berbicara dengan kesantuan jauh lebih afdal. Perkataan yang baik memberi manfaat bagi siapa pun yang mendengarnya. Penyair terkemuka, Hasan bin Tsabit, menulis sebuah bait tentang pentingnya memperhatikan setiap kata yang keluar dari lisan. Ia pun berujar dalam untaian kata-kata indah, “Lisan dan mata pedangku sangat tajam. Tetapi, tajamnya lisanku melampaui pedangku.” 

Selain Hasan, ada pula Jarir. Ia berucap, “Sekali tebas, pedangku tak menyisakan tulang sekalipun. Dan, pedangku tak lebih buruk dampaknya dari lisanku.” 

Diakui, tak semua orang dianugerahi kemampuan untuk berbicara dengan baik dan benar. Padahal, kemampuan berkomunikasi bisa menjadi magnet dan daya tarik yang luar biasa bagi publik. Atau, merujuk pada istilah hadis, kekuatan retorika dan penyampaian pesan bisa menjelma layaknya sihir yang mampu menghipnotis siapa pun. 

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, suatu ketika Rasulullah SAW pernah dibuat takjub oleh gaya retorika yang diperagakan dua orang asing. Kala itu, dua orang asing tersebut sedang berpidato. Rasulullah pun memberi komentar, “Sungguh, kekuatan retorika (bayan) adalah (ibarat) sihir.” 

Sebagian ulama menafsirkan kata ‘sihir’ itu dengan konotasi negatif, yaitu sebuah kecaman. Tetapi, mayoritas ulama bersepakat, pemaknaan kata ‘sihir’ tersebut identik dengan nilai positif. Penggunaannya lebih berarti sebagai sebuah pujian. Buktinya, kata ‘bayan’ juga dilekatkan dalam Alquran.

Umar bin Abdul Azis pun menyebut, kecakapan komunikasi seseorang sebagai bentuk sihir yang halal. Ali bin Abbas ar-Rumi menulis sebuah bait puisi yang berbunyi: Kata-katanya adalah sihir yang halal, meskipun Belum sampai membunuh Muslim yang waspada. 

Sebaliknya, berdasarkan metode yang digunakan, Ibn Abd al-Barr memberikan tandingan bahasan dari bab sebelumnya. Dalam konteks bab keutamaan menjaga lisan, tokoh yang meninggal di Kota Syatibah, Andalusia, itu menguraikan tentang kecaman dan bahaya banyak bicara tanpa faedah. Abu Hurairah mengatakan, “Tidak ada kebaikan mengobral kata.” 

Menurut Umar bin Khatab, barang siapa yang ringan lisan maka semakin menumpuk celah kesalahannya, kecaman serupa juga disampaikan oleh Syufayy ibn Mati. Nabi Yaqub AS pernah berpesan, apabila bertandang ke kediaman penguasa maka sedikitkanlah pembicaraan yang tak berguna. Hasan al-Bashri pernah mengatakan, “Allah mengasihi hamba-Nya yang berbicara seperlunya dan berdialek fasih karena Allah membenci banyak bicara.” 

Terkait hal ini, Ahmad bin Ismail al-Katib pernah menulis bait puisi yang berbunyi: Sebaik-baik kalam ialah sedikit, (tapi) menunjukkan banyak (hal) Kebodohan, intinya pendek, tapi lafalnya bertele-tele. (ROL)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Silaturahmi Dengan Taruna/i Akpol, Kapolda : Anda Harus Berprestasi
Panglima TNI Virtual Call dengan Pangab Diraja Brunei Darussalam
Pangdam I/BB Didampingi Danrem Kunjungi Kodim Bengkalis Dan Silaturahmi Dengan Pemkab Bengkalis
Satgas Yonif MR 413 Kostrad Berbagi Kebahagiaan Dengan Anak Panti Asuhan di Distrik Arso
Mayat Pria Dengan Luka Bacokan Ditemukan Dalam Parit, Kapolsek Langgam Korban Diduga Dibunuh

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter