Home  / 
DPRD Riau Tanggapi Wacana KBM Tatap Muka
Rabu, 13 Januari 2021 | 21:24:09
Anggota Komisi V DPRD Riau, Dra Hj Ade Hartati Rahmat MPd
PEKANBARU, riaueditor.com - Satu dari 14 Provinsi di Indonesia yang dinilai siap menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, adalah Riau. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Riau harus menentukan pola strategi.

"Ada ada dua pola yang harus dilakukan Pemprov Riau jika KBM tatap muka digelar", ujar anggota Komisi V DPRD Riau Dra Hj Ade Hartati Rahmat MPd menanggapi wacana KBM tatap muka di Riau, Rabu (13/01/21.

Pertama, pola pembelajaran yang tepat dan kedua, menyiapkan infrastruktur minimal sehingga  dampak pandemi covid-19 tidak meluas.

Ade Hartati mengakui, tidak adanya pembelajaran tatap muka saat ini akan menimbulkan efek kedepan. Alasannya, karena anak-anak tidak menemukan nilai-nilai yang diambil dari pembelajaran tatap muka itu.

Ia mencontohkan, belajar PPKN.  PPKN itu mengajarkan tentang budi pekerti.

"Budi pekerti itu kan contoh, tidak sekedar teori. Nah, anak- anak akan mengalami learning los. Jadi walaupun ada daring tapi tidak bisa
 diharapkan 100 persen menyerap apa yang disampaikan guru", ujarnya.

Oleh karena itu kata Ade, ada dua strategi yang harus ditentukan pemerintah dari pola pembelajaran yang tepat.

Strategi kedua ulas Ade, bagaimana dampak Pendemi tidak meluas. Karena bagi anak mampu nggak ada masalah. Tetapi bagi anak yang berada di daerah 3 T (terdepan, terluar, termiskin, red). Kemudian anak-anak yang termajinalkan yang miskin di perkotaan.

"Dia tidak punya HP, nggak punya uang bagaimana dia bisa daring, anak-anak disabilitas", ucap anggota dewan dari fraksi PAN.

Menurutnya, pemerintah harus memikirkan langkah-langkah jika KBM tatap muka digelar. Sehingga walaupun tidak 100 persen, tapi mengadopsi new normal.

Ade juga mengatakan bahwa, bilamana si orangtua siswa tidak berkenan anaknya belajar tatap muka, maka harus diberi keleluasaan.

"Bagi orangtua yang memang  memiliki keyakinan anaknya punya imun yang bagus dan menyetujui, ya silahkan. Akan tetapi jika orang tua yang menunjukkan bahwa anaknya tidak memiliki imun yang bagus, ya kita hormati", tandasnya. (fin)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Camat Rumbai Barat Buka Musyawarah DKR Pramuka Pandega
Kemenkes Ungkap 3 Syarat Buka Sekolah Tatap Muka Juli 2021
Bayi Laki-Laki Ditemukan Warga Terbungkus Baju Merah di Pinggir Jalan
Bayi Dalam Kardus yang Ditemukan Warga Ujung Batu Timur Akhirnya Meninggal Dunia
Warga Desa Ujung Batu Timur Rohul Temukan Bayi Dalam Kardus

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter