Home  / 
Tuntut Jam Kerja, Pertemuan Security PT CPI Dengan Dewan Buntu
Senin, 1 Juli 2019 | 23:56:44
fin/riaueditor.com
Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar
PEKANBARU, riaueditor.com - Untuk ketiga kalinya, DPRD Riau kembali memediasi persoalan jam kerja yang berdampak terhadap penghasilan para security PT CPI, Senin (01/07/19). Hasilnya, pertemuan yang berlangsung jelang maghrib itu tak membuahkan hasil alias buntu.

"Tadi itu Himpunan Satuan pengamanan proyek PT CPI dengan Chevron, Disnaker, kontraktor, dan kemarin dengan SKK Migas. Dimana ada perobahan kontrak pekerja dengan pihak PT CPI", ucap Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar sesaat setelah menutup pertemuan dengan puluhan security PT. CPI di ruang Komisi IV DPRD Riau.

Ia menjelaskan, dulu time kerja 12 jam, sekarang time 8. Saat time 12 mereka menerima Rp 6 hingga 6,5 juta perbulan. Sekarang dengan time 8 mereka hanya menerima Rp 3,6 hingga Rp 3,9 juta. 

Pengurangan jam kerja ini kata Asri Auzar, merupakan kebijakan PT Chevron melalui kontraktor pemenang tender. Atas kebijakan ini para security Chevron merasa keberatan.

"Alhamdulilah mereka berjuang dengan baik sudah tiga kali pertemuan dengan saya. Tapi sampai akhir pembicaraan tadi mereka belum menerima hasil memuaskan. Ada yang naik sedikit tapi belum signifikan. Mudah-mudahan sepeninggalan ini nanti pihak Chevron terbukalah hatinya", ucap Ketua DPD Partai Demokrat Riau tersebut.

Asri Auzar mengungkapkan, para security ini bersikukuh pada angka Rp 4,5 juta perbulan. Sebagai solusi, pihaknya mengajak semua pihak berunding tanpa menimbulkan masalah. 

"Saya tidak mau ada masalah baru kita duduk, baru kita menyelesaikan. Itu tidak boleh terjadi. Yang paling bagus inilah dia. Kita duduk bersama ada yang maju ada yang mundur. Tidak boleh ada yang bertahan. Itu yang saya sampaikan tadi, namun belum berhasil ", katanya.

Asri Auzar mengatakan, ada solusi yang ditawarkan oleh 2 kontraktor pemenang tender. Yakni kenaikan gaji secara fluktuatif. Misalnya bulan ini Rp 3,6 juta, bulan depan menjadi Rp 4 juta dan bulan berikutnya kembali Rp 3,6 juta. Tapi solusi tersebut belum diterima oleh para security.

Ia mengatakan mengingat pertemuan ini sudah digelar tiga kali, maka pihaknya menutup pertemuan ini karena tidak menemui hasil. Ia berharap persolan ini tidak terjadi apa-apa.

Ia mengatakan 2.100 security Chevron yang tersebar di 7 kabupaten/kota ini lebih dominan di Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir. 

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Satpam CPI Dori Kurniawan enggan bicara kepada wartawan. 

Dengan nada tinggi dan sedikit arogan, Dori mengatakan pihaknya tidak perlu wartawan karena suka memplintir berita sehingga menimbulkan berbagai opini, ucapnya singkat. (fin)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
TNI Jalin Kerja Sama Dengan SKK Migas
Bakamla RI Turut Semarakkan Border Security Workshop di JCLEC Semarang
Agar Berkah, Baca Doa Berangkat Kerja Ini
Pinjaman Daerah Jika Tidak Ada Aturan Dilanggar
DPRD Riau ‘Isyaratkan’ Batal Pinjaman ke Pihak Ketiga

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad