Home  / Profil
Mengenal Ibnu Sina, Dokter Muslim Penemu TBC
Rabu, 19 Februari 2020 | 08:09:08
(Foto: Ist)
Ilustrasi Ibnu Sina
Avicenna yang sering dipanggil Ibnu Sina merupakan dokter, pakar kesehatan yang sudah tak asing lagi. Bahkan, karya-karyanya jadi rujukan dokter di dunia.

Ibnu Sina yang lahir pada tahun 980 dikenal sebagai peletak dasar-dasar ilmu kedokteran. Salah satu bukunya yang terkenal adalah The Canon of Medicine. Buku ini jadi panduan di bidang kedokteran selama ratusan tahun.

Ibnu Sina juga dikenal sebagai bapak ilmu kedokteran. Di masanya, ia dikenal sebagai pelopor ilmu kedokteran eksperimental. Hal ini berkat sederet penemuan penting di dunia kedokteran, salah satunya tentang tuberculosis (TBC).

Seperti dilansir dari website Jatman, Ibnu Sina merupakan dokter pertama yang mendiagnosa penyakit meningitis, bagian mata, dan katup jantung, serta menemukan saraf yang terhubung dengan nyeri otot.

Mahakaryanya yang hingga saat ini masih menjadi rujukan dan bahan penelitian bagi pegiat di dunia kedokteran yaitu Kitab al-Shifa (Buku Penyembuhan) dan The Canon of Medicine.

Dua buku ini menjadi warisan penting bagi dunia kedokteran di Timur maupun Barat. Bahkan buku The Canon of Medicine yang dalam bahasa Arabnya Al-Qanun fi Tibb dianggap sebagai buku kedokteran eksperimental paling penting dalam sejarah. Bahkan buku itu menjadi kitab suci dunia pengobatan Islam dan Eropa hingga abad ke-17.

Buku tersebut dipakai oleh para dosen kedokteran di Barat untuk memperkenalkan prinsip-prinsip dasar sains. Di antara isinya tentang teori dan praktik kedokteran seperti ilmu anatomi, ginekologi, dan pediatri.

Ibnu Sina juga orang yang pertama kali melakukan uji klinis dan mengenalkan farmakologi klinis. Ia juga sudah menulis mengenai penyakit yang sekarang populer semacam kanker, tumor, diabetes dan efek placebo sampai mengenai bedah tumor.

Meski temuan ini pada awalnya sempat ditolak oleh dunia kedokteran Barat, tapi pada akhirnya sebagian bisa diterima, terutama setelah ditemukannya mikroskop.

Di bidang psikologi, jauh sebelum Sigmund Freud, Ibnu Sina sudah menemukan dasar-dasar psikologi modern. Ia mempelopori psikofisiologi, psikosomatik, dan neuropsikiatri, dan temuannya tersebut dituliskan dalam jurnal.

Sejumlah penyakit yang dibahas dalam jurnal di antaranya tentang halusinasi, insomnia, mania, demensia, dan vertigo. Ibnu Sina merupakan ilmuwan, cendekiawan hebat yang perlu dikenal anak-anak era milenial sekarang. 

(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Sinar Mas Buka Suara Soal Sengketa Warisan Rp600 T Eka Tjipta
Anak Pendiri Sinar Mas Group Gugat Hak Waris
10 Penemuan Besar Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Ilmuwan Ini Curiga, 80 Persen Manusia Sebenarnya Tak Mudah Terjangkit Covid-19
Ilmuwan Muslim Ditunjuk Jadi Kepala Program Vaksin Covid-19 Amerika

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter