Home  / Politik
Sikapi Issu Kudeta, Ini Pernyataan Ketua DPD Demokrat Riau
Kamis, 4 Februari 2021 | 14:44:49
Ketua DPD Demokrat Riau, Asri Auzar SH MM
PEKANBARU - Issu kudeta yang kini ramai diperbincangkan di tubuh DPP Partai Demokrat (PD), menuai reaksi keras dari DPD PD Provinsi Riau. DPD PD Riau memastikan, akan berada di garis terdepan bilamana ada oknum-oknum yang mencoba memecah belah partai besutan SBY.

Penegasan itu disampaikan ketua DPD Demokrat Riau, Asri Auzar SH MM menyikapi issu kudeta yang digulirkan oleh segelintir oknum internal partai saat dikonfirmasi di kantor DPD PD Riau, Jalan Arifin Achmad Pekanbaru, Kamis (04/02/21).

"Sebagai kader militan yang sangat mencintai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), PD Riau berada di garis terdepan bilamana ada oknum-oknum yang ingin memecah belah partai ini," tegasnya.

Ia menjelaskan, pihaknya akan melakukan perlawanan sekuat tenaga hingga titik darah terakhir, bilamana ada oknum-oknum yang mencoba mengganggu kepemimpinan Ketua Umum PD, AHY.

Pada kesempatan itu Asri Auzar menjelaskan, terkait iuran anggota DPR yang terpilih bukan untuk DPP.
Ia mengatakan, kader PD yang terpilih menjadi DPRD diwajibkan memberi iuran sesuai tingkatan.

"Tingkat kabupaten/kota memberi iuran ke DPC. Tingkat DPRD Provinsi memberikan iuran ke DPD. Tingkat DPR RI memberikan iuran ke DPP. Jadi ini saya luruskan," ucap mantan  Wakil ketua DPRD Riau tersebut.

Sementara mengenai tudingan tidak turunnya AHY ke daerah-daerah pada Pilkada Serentak Desember 2020 lalu, dibantah oleh Asri Auzar.

Ia mengatakan, Pilkada 2020 kemarin berbeda dengan Pilkada-pilkada pemilu sebelumnya yang bisa mengumpulkan massa hingga ribuan orang. Pada pilkada 2020 kemarin hanya boleh berkumpul 50 orang saja.

"Jadi door to door yang dilakukan oleh calon calon kepala daerah, tidak memungkinkan hal itu. Namun sebagai ketua umum beliau membentuk Satuan tugas (Satgas) Pilkada di setiap provinsi. Di Riau sendiri pada Pilkada kemarin, ada 3 orang yang bertugas memantau," ujarnya.

"Intinya tidak boleh satu orang pun mengambil alih posisi ketua umum dari tangan AHY. Kalau itu terjadi kami siap melakukan perlawanan hingga titik darah terakhir," ulang Asri Auzar dengan tegas.

Saat ditanya siapa sesungguhnya aktor dibalik issu kudeta yang digulirkan oleh segelintir oknum, Asri mengatakan bahwa ada beberapa orang.

"Saya rasa wartawan sudah pada tahu semua koq, jangan berpura-pura," kata Asri tersenyum.

Sementara soal adanya issu siraman Rp 100 juta per DPC dengan tujuan menggulingkan ketua umum AHY, Asri Auzar memastikan bahwa di Riau tidak akan pernah terjadi.

"DPD PD Provinsi Riau bersama 12 DPC se Riau, tidak ada itu," tandasnya. (fin)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Alasan Polri Tidak Bubarkan KLB Demokrat Meski Tak Kantongi Izin
SBY: KLB di Sumatera Utara yang Nobatkan Moeldoko Ketum Demokrat, Abal-Abal
Polri Tidak Keluarkan Izin KLB Partai Demokrat
Andi Arief Minta Mahfud MD Hentikan Moeldoko Datang ke KLB Demokrat
Bareskrim Polri Tolak Laporan Marzuki Alie Terhadap Ketum Demokrat AHY

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter