Home  / Politik
Semprot Kampung Tiap Hari, PDIP Solo Pasrah di Pilkada
Kamis, 7 Mei 2020 | 13:37:51
(CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Ketua DPC PDIP, FX Hadi Rudyatmo, menyatakan biaya partai sudah habis membantu penanganan virus corona.
JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo angkat tangan jika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tetap dilaksanakan Desember 2020. Rudy beralasan sumber daya partai tak akan mampu menyukseskan calon kepala daerah dari partai tersebut.

"Sebagai Ketua DPC saya nggak sanggup melaksanakan," ujarnya pada Kamis (7/5).

Rudy mengungkapkan saat ini DPC PDIP Solo terlibat langsung dalam menangani wabah Covid-19 di Kota Solo. Kader partai ditugaskan melakukan penyemprotan berkala di kampung-kampung setiap hari.

Hal ini secara tidak langsung menguras energi kader. Ia tak yakin mesin partai akan bekerja efektif setelah tenaga terkuras untuk membantu penanganan corona.

"Ibaratnya kita mau bernapas aja masih susah sudah harus ngurus Pilkada," katanya.

Keterlibatan partai itu disebut Rudy menguras kas partai. Selain upaya mencegah penyebaran penyakit, kas partai juga digunakan untuk memberi santunan bagi kader yang terkena dampak ekonomi akibat Covid-19.

"Biaya partai sudah habis untuk ngurusi corona juga kok. Kita penyemprotan saja setiap hari jam 3 sore. Belum lagi memperhatikan kader-kader yang tidak bisa makan. Partai suka tidak suka tetap harus keluar biaya. Nggak mungkin tidak," kata pria yang menjabat sebagai Wali Kota Solo itu.

Ia juga tak yakin penyebaran corona di tanah air akan sepenuhnya terkendali sampai Desember mendatang. Apalagi peningkatan kasus positif setiap hari masih cukup tinggi hingga saat ini, terutama di daerah-daerah.

Menurut data terakhir dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, 350 kabupaten kota di 34 provinsi telah terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Sebelumnya, Rudy mengusulkan agar pelaksanaan Pilkada 2020 ditunda hingga 2024. Ia yakin pada saat itu wabah covid-19 telah tuntas dan kondisi ekonomi di tanah air mulai membaik. Meski demikian, Rudy mengaku pasrah dengan keputusan pemerintah pusat.

"Kalau Desember ya silakan saja. Sebagai wali kota tentu saya tetap harus melaksanakan. Tapi sebagai ketua DPC saya nggak sanggup," katanya.

Saat ini, PDIP Solo mengantongi dua nama calon kuat untuk menjadi kontestan Pilkada Kota Solo 2020 yaitu calon petahana, Achmad Purnomo dan Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. Keduanya masih menunggu surat rekomendasi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.

Purnomo mengaku akan mengundurkan diri jika Pilkada 2020 dilaksanakan Desember mendatang. Menurutnya, berkampanye di saat masyarakat berjuang melawan corona dan dampak ekonomi yang terjadi tak selaras dengan prinsip kemanusiaan.

"Saya nggak sampai hati. Walaupun nggak kampanye saya tetap nggak sampai hati," katanya.

Ia mengaku telah menulis surat pengunduran diri pada 5 Mei lalu. Hanya saja surat itu belum diserahkan ke DPC PDIP karena ia belum mendapat jadwal resmi dari KPU.

"Surat sudah saya buat. Tapi saya tetap menunggu jadwal dari KPU. Ya semoga saja diizinkan [mundur]," katanya.

Terpisah, Gibran mengatakan siap mengikuti apapun keputusan pemerintah pusat. Pengusaha muda itu yakin pemerintah menetapkan tanggal pelaksanaan Pilkada 2020 melalui pertimbangan matang.

"Kita ikuti saja yang diputuskan. Kondisi wabah seperti ini pasti apa yang diputuskan sudah melalui banyak pertimbangan," katanya. 

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pemkab Bengkalis Ikuti Rapat Persiapan Pilkada Serentak 2020
Jokowi Teken Perppu Penundaan Pilkada 2020
Pesona Masjid Tuo Kayu Jao, Perpaduan Gaya Arsitektur Islam dan Budaya Minang
Tito Minta Pemda Tak Alihkan Dana Pilkada untuk Kegiatan Lain
BMKG: Kemunculan Cacing di Solo Belum Tentu Tanda Gempa Bumi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad